Gerhana Bulan Total, Warganet Ramaikan Lini Masa dengan Foto Super Blood Moon

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gerhana Bulan Total yang jatuh pada hari ini, 26 Mei 2021, disambut meriah oleh warganet. Terbukti, keyword Super Blood Moon, Gerhana, dan Bulannya ramai di lini masa Twitter.

Hal ini wajar, mengingat fenomena Gerhana Bulan Total atau Super Blood Moon ini hanya terjadi siap 195 tahun sekali.

Alhasil, warganet pun ramai-ramai menggunggah sejumlah foto yang diabadikan menggunakan smartphone atau perangkat fotografi lainnya.

Seperti apa hasil foto dan cuitan warganet tentang Gerhana Bulan Total atau Super Blood Moon ini? Berikut ini cuitan yang dihimpun tim Tekno Liputan6.com, Rabu (26/5/2021), dari lini masa Twitter.

Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.
Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.
Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.
Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.

Cuitan dan Unggahan Foto Gerhana Bulan Total

Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.
Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.
Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.
Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.

Disebut Sebagai Super Blood Moon

Pada hari ini, Rabu 26 Mei 2021, masyarakat di seluruh Indonesia dapat mengamati Gerhana Bulan Total. Gerhana Bulan Total kali ini disebut juga dengan nama Super Blood Moon.

Kenapa Gerhana Bulan Total kali ini disebut sebagai Super Blood Moon?

Menurut siaran pers BMKG yang diunggah di laman bmkg.go.id, Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Rahmat Triyono menyebut, Gerhana Bulan Total terjadi saat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar.

Hal ini terjadi saat Bulan berada di umbra Bumi yang berakibat, saat puncak Gerhana Bulan Total terjadi, Bulan akan terlihat berwarna merah. Pada kondisi ini, bulan dikenal dengan nama Blood Moon.

Karena posisi Bulan saat terjadi gerhana berada di posisi terdekat dengan Bumi (Perigee), Bulan akan terlihat lebih besar dari fase-fase purnama biasa. Oleh karenanya disebut dengan Super Moon.

"Karena itulah, Gerhana Bulan Total tanggal 26 Mei 2021 dikenal juga dengan nama Super Blood Moon. Pasalnya Gerhana Bulan Total terjadi saat Bulan ada di jarak terdekatnya dengan Bumi," katanya dalam siaran pers.

(Ysl/Tin)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel