Gerindra: Pilihan Hashim dan Gagasan Prabowo

Jentikungu Parties
Gerindra: Pilihan Hashim dan Gagasan Prabowo

Penulis: Fakhrurozi

Kamis, 6 Februari 2008 merupakan hari bersejarah dalam perjalanan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Bertempat di TPA Bantar Gebang, Bekasi, partai yang diketuai oleh Suhardi itu, dideklarasikan.

Gagasan pendirian Partai Gerindra diwacanakan di lingkaran kakak-beradik Prabowo Subianto dan Hashim Djojohadikusumo. Mantan aktivis mahasiswa Fadli Zon dan mantan Deputi V Badan Intelijen Negara Bidang Penggalangan Muchdi Prawiro Pranjono juga terlibat saat itu. Nama Gerindra merupakan pilihan Hashim, sedangkan lambang kepala burung garuda gagasan Prabowo Subianto.

Debut Gerindra pada Pemilu 2009 cukup memuaskan. Partai tersebut meraih 4.646.406 suara (4,46 persen) dan menempatkan 26 wakilnya di DPR RI. Dengan komposisi itu, bersama PDI Perjuangan dan Hanura, Gerindra kerap kali menjadi penyeimbang suara partai-partai yang lain yang tergabung ke dalam Sekretariat Gabungan.

Tak berhenti di situ, partai berasas Pancasila ini juga tampil konsisten sebagai pengkritik pemerintah yang dinilai tidak pro-rakyat. Kebijakan impor pangan, menurut Prabowo, merendahkan martabat bangsa sebagai bangsa agraris dan tak memiliki daya saing terhadap bangsa lain.

Menghadapi Pemilu 2014, Gerindra optimis mendapat dukungan melimpah dari petani, pegawai, dan pedagang pasar. Dengan posisi Prabowo sebagai Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APSI) dan Ketua Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), partai yang mengaku ingin mengangkat rakyat dari jerat kemelaratan ini memiliki tambahan modal sosial.

Dalam berbagai kesempatan, Gerindra sudah mengajak masyarakat Indonesia untuk peduli dan memanfaatkan produk dalam negeri. Partai bernomor urut 6 ini juga kerap menampilkan Prabowo sebagai sosok tegas, berani, dan peduli terhadap kesejahteraan rakyat. Dari kampanye itu, Gerindra berharap mendapat dukungan dari pemilih pemula.

Namun, jalan Gerindra tak selalu mulus. Upaya pencitraan partai terganggu dengan beredarnya uang kertas dari pecahan 5.000 hingga 100.000 bercap Prabowo pada akhir Januari 2014 silam. Stempel bertuliskan "Prabowo: Satria Piningit, Heru Cakra Ratu Adil" pada uang kertas itu diduga menjadi materi kampanye pencalonan mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut sebagai presiden.

Koordinator Prabowo Media Center Budi Purnomo Karjodihardjo menyampaikan keprihatinannya atas kasus tersebut. Ia justru menduga adanya kampanye hitam (black campaign) terhadap Gerindra dan Prabowo Subianto.

Heboh rencana proyek pembangunan ruang Badan Anggaran senilai Rp20 miliar juga sempat hinggap di partai ini. Agar citra partai tak keruh, DPP Partai Gerindra segera mencopot Pius Lustrilanang dari posisinya sebagai Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga RI, yang diramaikan tersangkut proyek itu.

Kemenangan pasangan Jokowi-Basuki sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusung Gerindra diharapkan berdampak baik pada partai. Gerindra ingin kinerja Ahok – tokoh yang mereka usung sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta - bisa menaikkan citra partai dan meningkatkan perolehan suara.

Nah, kini bolanya ada di tangan pemilih. Bagaimana Anda menilai partai besutan Prabowo Subianto ini?