Gerindra Dukung Kenaikan Harga BBM dengan Syarat

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Gerindra mendukung rencana kenaikan harga BBM asalkan sejumlah syarat terpenuhi. Anggota Dewan Pembina Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, menilai subsidi yang dikeluarkan pemerintah untuk BBM begitu besar.

"Hampir Rp 300 triliun itu kan tidak bisa diteruskan. Kita merasa mampu dikurangi," kata Hashim di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/6/2013).

Namun, permasalahannya biaya pengurangan subsidi tersebut tidak dialihkan ke bidang yang tepat. "Kalau untuk meningkatkan anggaran kesehatan atau pendidikan akan kami dukung," ujarnya.

Hashim menegaskan Gerindra tidak akan mendukung subsidi BBM itu dialihkan ke program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Apalagi, katanya, saat ini Indonesia sedang memasuki masa kampanye menjelang pemilu.

"Itu bisa ditafsirkan ini untuk menyenangkan publik dalam rangka memenangkan pemilu. Itu yang harus kita cegah," katanya.

Hashim mengaku cemas dengan kenaikan harga BBM. Pasalnya, tujuan kenaikan itu untuk mengurangi subsidi dari APBN. Namun, yang terjadi terlihat di RAPBN dengan kenaikan harga BBM, jumlah subsidi juga meningkay.

"Saya kira itu tidak tepat. Meskipun harga BBM naik, namun subsidi juga naik, katanya itu utk BLSM. Saya kira tidak tepat itu," katanya.

Gerindra menyarankan tambahan anggaran dari kenaikan harga BBM untuk subsidi angkutan massal seperti kereta api dan bus umum gratis bagi masyarakat.

"Itu lebih tepat daripada bantuan langsung-bantuan langsung," ujarnya.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.