Gerindra: Kecelakaan Pesawat Indonesia Tertinggi Di Asia

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan frekuensi kecelakaan pesawat terbang komersial Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia.

Fadli dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu, menyebutkan rata-rata kecelakaan pesawat terbang komersial Indonesia sembilan kali pertahun sedangkan di negara Asia lain hanya tiga hingga empat kali setahun.


Pernyataan Fadli disampaikan dalam mengomentari kecelakaan yang menimpa maskapai Lion Air jurusan Bandung - Denpasar yang jatuh ke pantai setelah gagal mendarat di Bandara Ngurah Rai pada Sabtu (13/4).

Kecelakaan tersebut, katanya, menambah buruk reputasi penerbangan di Indonesia.

"Fakta ini menunjukkan bahwa masih banyak hal yang harus dibenahi dalam sistem keamanan transportasi pesawat terbang di Indonesia," katanya.

Upaya pembenahan juga perlu dilakukan terhadap sarana dan sumber daya manusia yang mengelolanya, kata Fadli.

Perekrutan SDM, katanya. yang baik bisa mengurangi kesalahan pada manusia (human error) yang banyak menyebabkan kecelakaan pesawat di Indonesia.

"Manajemen pesawat udara pun perlu peningkatan kualitas jaminan keamanan bagi penumpang," katanya.

Sebagai negara kepulauan, menurut Fadli, industri penerbangan sangat vital bagi kemajuan ekonomi Indonesia.

Ia mengatakan penyelidikan atas kecelakaan yang menimpa Lion Air itu harus segera diselesaikan oleh KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) menyangkut penyebab kecelakaan itu agar tak terulang kembali.

"Sejauh ini sudah ada beberapa dugaan seperti terlalu rendah mendarat atau dugaan roda rusak. Perlu juga diteliti jika ada permasalahan komunikasi di menara kontrol seperti yang sering terjadi," katanya.

Begitu juga harus ada investigasi untuk menelusuri faktor-faktor lain khususnya keputusan pilot, kata Fadli.

"Apakah sesuai prosedur yang normal atau tidak. Tes urine dan tes yang standar terhadap pilot memang suatu keharusan," katanya.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.