Gerindra Puas Kinerja 100 Hari Jokowi-Ahok

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  Masa kerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah memasuki 100 hari. Partai Gerindra yang mengusung Jokowi-Ahok bersama PDI Perjuangan mengaku puas atas kinerja Gubernur-Wakil Gubernur DKI itu.

Anggota Dewan Pembina Gerindra, Martin Hutabarat mengatakan selama 100 hari bekerja, Jokowi-Ahok berhasil merebut hati rakyat.

"Penduduk Jakarta sangat terkesan dengan tindakan-tindakannya yang turun langsung ke lapangan, menyapa rakyat dan mengecek sendiri kondisi yang dihadapi dilapangan," kata Martin kepada Tribunnews.com, Jumat (25/1/2013).

Anggota Komisi III DPR itu juga melihat pasangan tersebut tegas untuk meminta dinas-dinas memotong anggaran secara secara signifikan. "Karena sudah rahasia umum banyak anggaran DKI yang hampir Rp50triliun tercecer," imbuhnya.

Jokowi-Ahok, kata Martin, juga berani mendatangi KPK meminta agar lembaga pemberantas korupsi itu pro aktif mengawasi korupsi di Pemda DKI. Martin mengaku banyak masyarakat yang tidak ikut memilih Jokowi-Ahok pada Pilkada DKI mengutarakan penyesalannya.

"Begitu juga teman-teman di DPR yang sebelumnya selalu bernada sumbang kepada Jokowi-Ahok, sekarang sudah mulai memujinya karena kebijakan- mereka yang sangat populis. Presiden SBY malah ikut blusukan seperti yang dilakukan Jokowi," ungkapnya.

Fenomena Jokowi-Ahok, lanjutnya, malah sudah meluas keseluruh pelosok tanahair. Menurut Martin, warga didaerah-daerah sekarang merindukan calon-calon Gubernur, Bupati dan Walikota seperti sosok Jokowi-Ahok, yang merakyat dan tidak berusaha memperkaya diri sendiri atau mengumpulkan uang untuk mengembalikan biaya kampanye.  "Kita berharap agar Jokowi-Ahok konsisten dengan sikapnya yang populis dan tidak korup seperti sekarang. Agar ada contoh yang bisa ditiru di Indonesia mengenai sosok kepala daerah yang mumpuni untuk kepentingan rakyat banyak," imbuhnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.