Gerindra Sebut Peluang Berkoalisi dengan PDIP di Pemilu 2024 Terbuka Lebar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan, peluang partainya berkoalisi dengan PDIP di Pemilu 2024.

Hal ini menyusul pertemuan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dnegan Megawati Soekarnoputri selaku Ketum PDIP di sela pelantikan Panglima TNI.

"Pak Prabowo sejak dahulu memang dekat dan akrab dengan Bu Mega dan Mbak Puan, kalau bertemu pasti seru dan diwarnai tawa dan canda. Soal kemungkinan koalisi di 2024 sangat terbuka sekali, PDIP dan Gerindra punya sejarah pertemanan yang panjang," ujar Habiburokhman kepada wartawan, Jumat (19/11/2021).

Menurut dia, Gerindra dan PDIP pernah bekerjasama di Pemilu 2009. Meski berbeda kubu di 2014 dan 2019, Gerindra merasa tidak pernah bermusuhan secara ideologi.

"Kami pernah kerja sama di 2009 dan pernah berbeda pilihan di 2014 dan 2019, tetapi kami tidak pernah bermusuhan secara ideologi dengan mereka," kata Habiburokhman.

Meski demikian, Pemilu 2024 masih lama. Saat ini Gerindra menikmati kebersamaan koalisi dengan PDIP.

"Namun demikian Pemilu 2024 masih cukup lama, baiknya kita nikmati saja kebersamaaan koalisi yang ada saat ini dengan semaksimal mungkin bekerja melayani rakyat," jelas Habiburokhman.

Megawati dan Prabowo Berbincang Hangat

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu dan berbincang di sela pelantikan panglima TNI, Kasad dan duta besar di Istana Negara, Rabu 17 November 2021.

Dalam foto yang beredar, terlihat Megawati ditemani Ketua DPR dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang juga hadir dalam pertemuan itu mengatakan, Prabowo yang pertama menghampiri Megawati. Bersalam hangat, Mega dan Prabowo kemudian berbincang di ruang VVIP.

"Pada saat saya mendampingi Ibu Megawati, saya lihat Pak Prabowo berjalan cepat menuju tempat bu Mega. Lalu saya sampaikan ke Ibu, ada Pak Prabowo. Ibu Mega lalu menunggu, bersalam sapa dengan hangat, dan kemudian masuk ke ruangan VVIP bersama, dengan Mas Pramono Anung dan saya dampingi," ujar Hasto dalam keterangannya.

Hasto bilang, Megawati dan Prabowo mendiskusikan banyak hal. Salah satunya adalah kuliah umum Prabowo di Universitas Pertahanan.

"Bu Mega dan Pak Prabowo lalu mendiskusikan banyak hal, termasuk saya melaporkan ke Bu Mega kuliah Umum di Universitas Pertahanan yang disampaikan oleh Pak Prabowo. Hal ini mengingat Ibu Megawati sebagai guru besar dari Universitas Pertahanan juga menaruh perjatian besar terhadap pertahanan, dan temanya pas dengan momentum pelantikan Panglima TNI dan Kasad," ujarnya.

Hasto mengatakan, dalam pertemuan yang hangat itu juga dibicarakan politik kebangsaan dan dinamika politik nasional.

"Mbak Puan Ketua DPR RI beberapa saat kemudian bergabung. Dan disitulah pembahasan berlangsung hangat. Tentu saja terkait politik kebangsaan, dan berbagai dinamika politik nasional," ujarnya.

Reporter: Ahda Bayhaqi/Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel