Gerindra Tolak Hasil Pleno Pilgub NTT  

TEMPO.CO, Kupang -- Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Esthon Foenay-Paul Tallo dipastikan menolak hasil pleno penghitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) NTT putaran kedua yang digelar Sabtu, 1 Juni 2013.

Penolakan pasangan calon tersebut disebabkan masih banyaknya kasus pelanggaran pemilu, seperti money politic dan dugaan penggelembungan suara yang belum terselesaikan.

"Kami menolak hasil pleno KPU hingga kasus pelanggaran pemilu diselesaikan dan yang bersalah dihukum," kata kuasa hukum pasangan Esthon-Paul, Ali Antonius, kepada wartawan, Sabtu, 1 Juni 2013.

Pelanggaran yang ditemukan, menurut dia, yakni dugaan money politic yang dilakukan istri salah satu calon gubernur, Lusia Adinda Lebu Raya, di Kabupaten Timor Tengah Selatan pada H-1 pencoblosan putaran kedua, 22 Mei 2013 lalu.

Lusia Adinda Lebu Raya di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, memberikan bingkisan kepada pihak tertentu pada masa tenang pemilihan gubernur. Selain itu, terjadi penggelembungan suara pasangan calon asal PDIP, Frans Lebu Raya-Beny Litelnony, di Kabupaten Flores Timur dan Sumba Barat Daya.

Dugaan manipulasi itu, katanya, berakibat pada perolehan suara pasangan calon Esthon-Paul sebanyak 69 ribu. "Kami heran, tingkat partisipasi pemilih di putaran kedua jauh lebih tinggi dari putaran pertama," katanya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT hari ini menggelar pleno rekapitulasi perolehan suara Pilkada NTT putaran kedua dan menetapkan calon gubernur terpilih. "Hari ini digelar pleno rekapitulasi dan penetapan calon pemilih," kata juru bicara KPU NTT, Djidon de Haan.

YOHANES SEO

Topik terhangat:

Tarif Baru KRL | Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha |Fathanah

Baca juga

EDSUS GENG MOTOR

Calon Kapolri Bocor, Kompolnas Protes Komnas HAM

Adik John Kei Tewas Ditembak

Inter Dibeli Erick Thohir, Ini Komentar Zanetti

SBY Dapat World Statesman Award, Beri 4 Janji

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.