German Open 2021 Batal, Indonesia Dapat Kerugian

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Indonesia (Kabid Binpres PP PBSI), Rionny Mainaky menyayangkan pembatalan German Open 2021. Sebabnya, ini bisa memberikan kerugian bagi pebulutangkis Indonesia.

Meski memiliki level Super 300, tapi Indonesia sudah menetapkan sejumlah atlet yang akan dikirim ke German Open 2021. Tujuannya untuk menambah poin agar lolos ke Olimpiade Tokyo 2021 mendatang.

"Sangat disayangkan German Open batal, karena turnamen ini seharusnya bisa untuk menambah poin untuk Olimpiade," ujar Rionny, dikutip dari siaran pers PP PBSI.

Salah satu contoh wakil Indonesia yang mendapat kerugian dari pembatalan ini adalah ganda campuran, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. Mereka sekarang ini sedang berupaya mengumpulkan poin menuju Olimpiade Tokyo 2021.

Bukan cuma itu, para pemain yang disiapkan untuk tampil di German Open 2021 bertujuan guna menjaga kondisi. Mereka bisa melakukan pemanasan sebelum tampil di All England 2021.

Indonesia sudah menyiapkan Anthony Sinisuka Ginting, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dan Praveen Jordan/Melatih Daeva Oktavianti.

"Selain itu, Jerman Terbuka ini seharusnya juga jadi ajang untuk pemanasan bagi para pemain yang akan tampil di All England. Seperti Jonatan, Ginting, Marcus/Kevin, Ahsan/Hendra, Greysia/Apriyani, dan Praveen/Melati," tutur Rionny.

Dengan adanya pembatalan German Open 2021, artinya PP PBSI harus mencari cara supaya pemain mendapatkan pemanasan yang sempurna. Jangan sampai malah berpengaruh terhadap penampilan mereka di All England 2021 nanti.