Gernas BBI dongkrak transaksi daring pelaku UKM

·Bacaan 2 menit

Gelaran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dinilai mampu mendongkrak transaksi penjualan secara daring, terhadap produk-produk buatan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), khususnya di wilayah Kota Batu, Jawa Timur.

Pemilik Usaha Keripik Momchips Hari Mastutik, di Kota Batu, Selasa mengatakan bahwa pameran industri kreatif UMKM BRIlianpreneur, dengan tema Lokal Keren Jatim itu, mampu mendorong permintaan konsumen pada usaha keripik miliknya tersebut.

"Dengan mengikuti Lokal Keren Jatim ini, website kami semakin banyak diketahui konsumen. Pesanan juga meningkat," kata perempuan berusia 61 tahun itu, kepada ANTARA.

Tutik, sapaan akrabnya, menjelaskan, sejak hari pertama Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia tersebut digelar, sudah ada peningkatan pesanan produk keripik buatannya tersebut.

Selama ini, produk buatannya itu, juga telah dipasarkan melalui salah satu marketplace yang beroperasi di Indonesia. Dengan adanya Gernas BBI, Ia meyakini bahwa promosi produk akan efektif, dan pada akhirnya mampu meningkatkan penjualan.

"Saya sangat bersemangat. Sebelumnya dari marketplace sudah cukup baik, sekarang ditambah Gernas BBI ini, peminatnya juga bertambah. Sangat mendorong peningkatan penjualan," ujarnya.

Omzet yang mampu diraup oleh usaha keripik asal Kota Batu tersebut, saat ini lebih dari Rp100 juta per bulan. Omzet itu mengalami penurunan karena dampak pandemi COVID-19. Sebelum masa pandemi COVID-19, omzet usaha keripik tersebut mampu mencapai Rp300 juta per bulan.

Ia meyakini, untuk kedepan, penjualan akan terus mengalami peningkatan, yang salah satunya didorong adanya Gernas BBI, karena bisa mempromosikan produk buatannya tersebut ke pasar yang lebih luas.

Saat ini, lanjutnya, produk yang dipasarkan dengan merek Momchips, dan Arjuna 999 tersebut memiliki puluhan jenis keripik. Berbagai jenis keripik buah, dan sayuran, diproduksi dengan kualitas tinggi di bawah naungan PT Arjuna Citra Indonesia milik Tutik.

"Untuk keripik buah ada lebih dari sepuluh jenis, begitu juga keripik sayuran. Saat ini, penjualan malah lebih banyak untuk keripik sayuran," katanya.

Beberapa jenis keripik sayur hasil produksinya antara lain adalah, keripik brokoli, wortel, paprika, bawang bombay, dan lainnya. Sementara untuk keripik buah, seperti keripik durian, nangka, apel, nanas, salak, dan lainnya.

"Untuk bahan baku, kebanyakan dari para petani lokal di Kota Batu. Namun ada juga yang dari luar wilayah," katanya.

Ia mengharapkan, pada saat pandemi penyakit akibat penyebaran virus Corona berakhir, diharapkan Gernas BBI bisa menggelar pameran secara langsung. Ia berharap, dengan adanya pameran tersebut, bisa mempertemukan pelaku UKM dengan calon pembeli potensial.

"Gernas BBI nanti diharapkan bisa menjadi pameran langsung saat pandemi berakhir. Itu untuk mendatangkan buyer besar," ujarnya.

PT Arjuna Citra Indonesia, merupakan salah satu UKM yang mengikuti Gernas BBI kali ini. Produk keripik buah, sayuran, dan jenis lain tersebut, saat ini diproduksi oleh 11 orang karyawan di wilayah Sidomulyo, Kecamatan Batu.

Baca juga: Pelaku UKM di Kota Malang tangkap peluang di tengah pandemi COVID-19

Baca juga: Pelaku usaha harapkan Gernas BBI dorong promosi produk UKM

Baca juga: Bank BRI berharap gernas BBI dorong pelaku UMKM untuk "go global"

Baca juga: Luhut: Semangat Bangga Buatan Indonesia konsisten hadir bagi UMKM

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel