Gernas BBI, Gubernur Sulut tingkatkan sinergi dorong sektor pariwisata

·Bacaan 2 menit

Gubernur Sulut Olly Dondokambey berjanji akan meningkatkan sinergi dengan pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong sektor pariwisata di daerah tersebut.

"Selain mendukung produk UMKM, kita juga fokus pada sektor pariwisata karena dinilai mampu tingkatkan perekonomian di semua sektor riil," kata Olly, dalam peluncuran Gernas BBI-BWI Pelangi Sulawesi, di Manado, Kamis.

Olly mengatakan jika sektor pariwisata bergerak, maka sektor riil lainnya akan ikut bergerak juga, bahkan sampai ke pelosok desa.

Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan Gernas BBI BWI Pelangi Sulawesi, Sulut akan mempromosikan objek-objek wisata yang tidak akan dijumpai di tempat lain.

"Selain terkenal dengan wisata bahari, juga wisata kuliner, wisata pertanian juga semakin dinikmati di Sulut," jelasnya.

Pemerintah, katanya, tidak tinggal diam, walaupun dilanda dengan pandemi COVID-19, namun akan terus berusaha mencari jalan keluar agar tetap bertahan.

Dia mengatakan dalam Gernas BBI-BWI Pelangi Sulawesi ini, pemerintah pusat baik Kememdag, Bank Indonesia (BI) akan fokus pada lokasi objek wisata super prioritas yakni di Likupang.

Likupang diinisiasi menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk didaulat sebagai satu dari lima destinasi wisata super prioritas.

KEK Likupang seluas 197,4 hektare dibangun di Kecamatan Likupang Timur, Minahasa Utara. Kawasan ini menawarkan wisata pantai pasir putih.

KEK Likupang memiliki daya tarik pantai-pantai dengan pasir putih, di antaranya Tanjung Pulisan, Pantai Pall, dan savana yang luas. Juga, Pantai Sampirang dan ekowisata Bahoi. Pantai Pulisan belum lama dibuka, yakni mulai 2014.

Juga, katanya KEK Likupang ditopang oleh desa wisata yang dibangun lewat anggaran KemenPUPR, yakni desa wisata Marinsow, Desa Pulisan, Desa Kinunang, Desa Bahoi, dan Desa Pulau Gangga. saat ini, terdapat 253 homestay usaha lima desa itu.

Dekat dengan Pulau Lihaga dan Pulau Gangga yang menjadi tempat snorkeling atau menyelam.

Pantai Likupang memiliki spesies langka penyu hijau. Di sini juga menjadi habitat burung maleo dan makaka hitam.
Baca juga: BNI kampanyekan Gernas Bangga Buatan Indonesia Pelangi Sulawesi
Baca juga: Pengguna kartu BNI diskon 85 persen di marketplace kampanyekan BBI
Baca juga: Bandara Sam Ratulangi promosikan produk UMKM Gernas BBI-BWI Sulawesi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel