Gernas BBI, momentum UMKM Aceh untuk "go digital"

·Bacaan 5 menit

Produk olahan dari hasil laut Aceh dan juga pegunungan dataran Tinggi Gayo, khususnya kopi Arabica, tertata rapi di gerai yang telah disiapkan panitia di ruangan Anjong Mon Mata, Banda Aceh.

Olahan ikan dan aneka varian kopi yang disuguhkan dengan beragam kemasan tersebut merupakan produk UMKM yang mendapat binaan dari kalangan perbankan, kementerian dan lembaga, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Semua itu adalah bagian dari acara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Ragam Aceh, Istimewanya Aroma dan Kuliner Aceh, yang telah diluncurkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada 8 September 2021.

Salah satu produk olahan hasil perikanan asal Kota Lhokseumawe di acara itu adalah dengan merek Mr Phep, yang mengolah ikan menjadi beberapa varian kuliner seperti sambal sunti dan keumamah teri atau kareeng siap, sambal sunti original, sambal sunti udang, sambal sunti teri dan sambal sunti teri.

“Kita sudah mulai memasarkan secara digital sejak 2018, melalui Facebook, Instagram, grup WhatsApp, dan sekarang siap masuk marketplace Shopee,” kata Munawar, pemilik Mr Phep Food and Culinery usai peluncuran Gernas BBI Ragam Aceh di Banda Aceh, Rabu (8/9).

Munawar menjelaskan produk perikanan berbasis usaha rumahan tersebut kini pemasarannya telah menyebar keluar Aceh, seiring pemasaran secara daring.

Ia mengaku saat ini dirinya baru bisa memproduksi sekitar 300-500 kemasan keumamah dan sambal sunti dalam sekali produksi.

Selain berjualan secara digital, dia juga memasarkan produk olahan ikan tersebut ke beberapa reseller, baik di Banda Aceh, Lhokseumawe, Bener Meriah, Langsa serta juga beberapa supermarket dan kafe.

“Tapi selama COVID-19 ini reseller sudah tidak ada lagi, jadi konsumen langsung pesan ke saya. Omzet kita saat ini sekitar Rp5 juta-Rp10 juta per bulan, kalau sebelum pandemi bisa mencapai Rp15 juta-Rp20 juta,” kata Munawar.

Ada pun harga produk untuk olahan perikanan yang di produksinya masing-masing ikan kayu siap saji Rp20 ribu per kemasan toples isi 120 gram, teri atau kareeng siap saji Rp25 ribu per kemasan botol isi 120 gram, sambal sunti original Rp18 ribu per botol saus isi 125 gram, sambal sunti udang Rp22 ribu per kemasan botol isi 120 gram, sambal sunti teri Rp23 ribu per kemasan botol isi 120 gram, sambal sunti teri nasi Rp25 ribu per kemasan botol isi 120 gram.
Baca juga: Gernas BBI diharapkan tingkatkan kontribusi UMKM kelautan-perikanan

Target

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara peluncuran Gernas BBI Ragam Aceh itu juga menyatakan, pemerintah menargetkan sebanyak 32 juta unit UMKM bisa masuk dalam sistem pasar digital pada tahun 2024.

Luhut menjelaskan bahwa memperkuat UMKM untuk masuk onboarding merupakan tujuan dari program Gernas BBI yang diselenggarakan di Ibu kota Provinsi Aceh, Banda Aceh.

Menurut dia, selama ini semua jajaran baik dari pemangku kepentingan pariwisata dan UMKM telah menunjukkan kerja yang cukup bagus dalam memacu percepatan digitalisasi UMKM.

Menko Marves mengemukakan, hasil kerja tim yang sudah berjalan cukup bagus itu dapat dilihat dari sekitar 15,5 juta UMKM yang telah onboarding atau masuk ke dalam sistem pasar digital.

Luhut meminta agar Aceh memanfaatkan dengan baik segala potensi alam yang ada di Tanah Rencong itu, baik dari sektor pariwisata, kelautan perikanan, perkebunan, serta sektor pengembangan energi.

“Aceh ini hebat, punya pertanian seperti kopi Gayo dengan luasnya lebih 50 ribu hektare, super kaya ikan, pariwisata serta energi cukup banyak, tapi saya titip supaya kita kerja sama bagus,” kata Luhut.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Anggota DPR RI asal Aceh TA Khalid dan Anggota DPD RI asal Aceh Abdullah Puteh.
Baca juga: PNM salurkan pembiayaan produktif UMKM Rp1,9 triliun di Aceh

BI dukung

Bank Indonesia menyatakan sangat mendukung kesuksesan pelaksanaan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Ragam Aceh melalui digitalisasi sistem pembayaran.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, digitalisasi yang dilakukan pihaknya untuk memudahkan UMKM melalui platform-platform digital bersama perbankan, fintech dan e-commerce.

Perry menjelaskan digitalisasi menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan UMKM dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Untuk itu, Bank Indonesia menggencarkan penggunaan QR Indonesian Standart (QRIS) agar seluruh transaksi dapat dilakukan dengan lebih mudah dan lebih cepat.

“Hari ini sudah 9,3 juta UMKM tersambung dengan platform digital nasional. Kita juga akan menyambungkan layanan dari digitalisasi sistem pembayaran dari perbankan, fintech dan e-commerce melalui melalui SNAP atau standarisasi nasional pelayanan sistem pembayaran,” kata Perry.

Layanan QRIS tersebut, lanjutnya, akan diperluas hingga negara-negara lain seperti Thailand dan Malaysia.

Selain digitalisasi sistem pembayaran, upaya lain yang dilakukan Bank Indonesia untuk mendukung Gernas BBI Aceh adalah memberdayakan UMKM dengan melakukan klasterisasi pembangunan UMKM, peningkatan kompetensi teknis, produksi, pemasaran, keuangan serta akses kepada pembiayaan.

Upaya yang ketiga adalah meningkatkan pemasaran UMKM melalui Kantor Pusat Bank Indonesia dan 46 kantor-kantor BI di daerah guna mendukung kesuksesan Gernas BBI.

Sedangkan upaya keempat yang dilakukan Bank Indonesia adalah mendorong UMKM menuju pasar mancanegara dengan melakukan berbagai kegiatan promosi produk UMKM bersama dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, dan pihak terkait.

“Kami melakukan promosi UMKM kita ke mancanegara di Singapura, London, Tokyo, kemudian Tiongkok dan sebentar lagi kita juga akan lakukan di New York,” tuturnya.

Untuk diketahui, Gernas BBI Ragam Aceh merupakan rangkaian lanjutan dari program Gernas BBI yang telah dilakukan sejak 2020 lalu untuk meningkatkan potensi UMKM Indonesia. Gernas BBI Ragam Aceh mengangkat tema Istimewanya Aroma Kuliner Aceh #Pasar Laut Indonesia.

Kegiatan tersebut didukung oleh banyak pihak antara lain oleh pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Bank Indonesia, BTN, Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Aceh Syariah.

Diharapkan dengan peluncuran Gernas BBI di Aceh, yang disertai dengan mengkampanyekan tagline#RagamAcem, #PasarLaut, serta #KaryaKreatifAceh, menjadi awal kebangkitan UMKM di Serambi Mekkah go digital.

Baca juga: Gernas BBI, 32 juta UMKM ditargetkan masuk pasar digital pada 2024

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel