Gernas BBI perlu diimbangi dukungan agar UMKM bisa bersaing

·Bacaan 1 menit

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan menilai kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) perlu diimbangi dengan dukungan agar pelaku UMKM bisa berdaya saing.

Hingga Agustus lalu tercatat ada sekitar 14 juta UMKM yang sudah masuk ke ekosistem digital (onboarding) seiring dengan kampanye masif dalam program Gernas BBI.

"Saat ini sudah ada sekitar 14 juta yang onboarding ke ekosistem digital. Itu sekitar seperlima dari total 60-an juta UMKM yang ada menurut data dari Kemenkop UKM. Jadi masih banyak sebenarnya UMKM yang belum onboarding," katanya kepada Antara di Jakarta, Kamis.

Kendati demikian, upaya pemerintah untuk mendorong digitalisasi UMKM patut diapresiasi.

Pingkan juga menilai pemerintah perlu terus memberikan dukungan kepada UMKM utamanya memberikan kesempatan untuk pengembangan kapasitas SDM, kualitas produk, juga untuk memanfaatkan teknologi dalam pemasaran maupun maupun akses terhadap modal.

Demikian pula pemerataan akses internet yang lebih baik untuk mendukung pelaku UMKM menjalankan bisnis secara daring.

"Terutama untuk para pelaku UMKM yang ada di daerah rural yang seringkali terhambat akses ke internet maupun teknologi jika dibandingkan kota-kota besar," pungkasnya.

Berdasarkan data dari Indonesian E-Commerce Association (idEa), hingga pertengahan Agustus 2021 lebih dari 14 juta pelaku UMKM atau sebesar 22 persen dari total UMKM seluruh Indonesia telah bergabung dan menggunakan aplikasi perdagangan elektronik.

Jumlah UMKM saat ini mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun.

Namun demikian, lanjut dia, pemanfaatan e-commerce oleh UMKM masih rendah yaitu sekitar 21 persen.

Baca juga: Gernas BBI, UMKM kopi binaan Bank Indonesia tembus pasar global
Baca juga: Gernas BBI, 32 juta UMKM ditargetkan masuk pasar digital pada 2024
Baca juga: Gernas BBI diharapkan tingkatkan kontribusi UMKM kelautan-perikanan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel