Geser Sheikh Mansour, Pemilik Baru Newcaste Jadi Bos Terkaya di Liga Inggris

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemilik baru Newcastle United, konsorsium Public Investment Fund (PIF) dari Arab Saudi, resmi menjadi pemilik klub terkaya di Liga Inggris. Fakta ini sejalan dengan daftar yang disusun oleh Oblg mengenai pemilik klub olahraga terkaya di dunia.

Investor baru St James’ Park tersebut berhasil menyalip posisi Roman Abramovich, John W Henry, hingga Sheikh Mansour dari raksasa Liga Inggris Manchester City.

Melansir SportBible, kekayaan PIF kabarnya hampir mencapai 300 miliar poundsterling lebih besar dibanding Sheikh Mansour yang menjadi pemilik klub terkaya selama lebih dari satu dekade.

Situasi ini jelas membuat para penggemar Newcastle menjadi bersemangat. Mereka bahkan merayakan akuisisi PIF di luar stadion, sambil menyerukan kalimat, “Kami mendapatkan klub kami kembali”.

Adapun, pemilik Sports Direct Mike Ashley sebelumnya bertanggung jawab atas Newcastle sejak 2007. Di bawah kepemilikannya, Newcastle lebih sering mencatat hasil minor, termasuk dua kali degradasi.

Harus Bersabar

Suporter Newcastle united tumpah ruah di depan Stadion St. James Park usai klub resmi diakuisisi oleh Public Investment Fund (PIF), sebuah konsorsium dari Arab Saudi. (AP/Scott Heppell)
Suporter Newcastle united tumpah ruah di depan Stadion St. James Park usai klub resmi diakuisisi oleh Public Investment Fund (PIF), sebuah konsorsium dari Arab Saudi. (AP/Scott Heppell)

Meski demikian, fans The Magpies nampaknya masih harus bersabar untuk mendapatkan hasil positif pasca akuisisi. Berkaca dari kasus Mansour, Manchester City butuh waktu kurang lebih empat tahun sebelum akhirnya berhasil mengangkat trofi Liga Premier.

Direktur baru Newcastle Amanda Staveley mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan investasi jangka panjang bagi klub. Pihaknya pun mengaku senang dengan prospek Newcastle di masa depan.

“Ini adalah investasi jangka panjang. Kami sangat senang dengan prospek masa depan untuk Newcastle United,” ujarnya dalam pernyataan resmi di situs klub, seperti dilansir dari SportBible.

Pencapaian Besar

Akuisisi baru ini menjadikan Newcastle United menjadi klub sultan alias tajir melintir. Pangeran Muhammad Bin Salman bahkan punya kekayaan yang jauh lebih fantastis dibanding pemilik Manchester City, Sheikh Mansour. (AP/Scott Heppell)
Akuisisi baru ini menjadikan Newcastle United menjadi klub sultan alias tajir melintir. Pangeran Muhammad Bin Salman bahkan punya kekayaan yang jauh lebih fantastis dibanding pemilik Manchester City, Sheikh Mansour. (AP/Scott Heppell)

Lebih lanjut, Staveley mengungkapkan bahwa kepemimpinan baru klub akan membawa The Magpies meraih pencapaian besar. Selaras dengan harapan penggemar, pengelola baru klub berharap Newcastle dapat menjadi tim dengan kesuksesan yang konsisten.

“Kami bermaksud menanamkan fisafat persatuan di seluruh klub, menetapkan tujuan yang jelas, dan memberikan kemimpinan yang memungkinkan Newcastle United untuk meraih pencapaian besar dalam jangka panjang,” ungkap Staveley.

“Ambisi kami selaras dengan para penggemar–(yakni) menciptakan tim yang sukses secara konsisten dan secara teratur bersaing untuk (memperebutkan) trofi utama serta menghasilkan kebanggaan di seluruh dunia,” sambungnya.

10 Besar Pemilik Klub Terkaya di Liga Premier

  1. Newcastle United: Public Investment Fund Arab Saudi (320 miliar pounds)

  2. Manchester City: Sheikh Mansour (22.9 miliar pounds)

  3. Chelsea: Roman Abramovich (9.6 miliar pounds)

  4. Arsenal: Stan Kroenke (6.35 miliar pounds)

  5. Aston Villa: Nassef Sawiris (5.3 miliar pounds)

  6. Wolves: Guo Guangchang (4.5 miliar pounds)

  7. Tottenham Hotspur: Joe Lewis (3.6 miliar pounds)

  8. Manchester United: The Glazers (3.5 miliar pounds)

  9. Crystal Palace: Joshua Harris (3.36 miliar pounds)

  10. Leicester: Aiyawatt Srivaddhanaprabha (2.9 miliar pounds)

Penulis: Melinda Indrasari

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel