Ghana Laporkan Dua Kasus Virus Marburg Mematikan

Merdeka.com - Merdeka.com - Ghana secara resmi mengonfirmasi dua kasus virus Marburg pada Minggu, penyakit sangat menular mirip Ebola, setelah dua orang meninggal setelah dites positif virus tersebut awal bulan ini.

Tes yang dilakukan di Ghana itu hasilnya positif pada 10 Juli. Lalu hasil tes dibawa ke laboratorium di Senegal untuk memastikan apakah kasus tersebut terkonfirmasi atau tidak.

"Tes lebih lanjut di Institute Pasteur di Dakar, Senegal memperkuat hasil tersebut," jelas Badan Kesehatan Ghana (GHS) dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Al Arabiya, Senin (18/7).

GHS saat ini sedang berusaha mengurangi risiko penyebaran virus, termasuk melakukan isolasi terhadap semua kontak yang teridentifikasi. GHS mengatakan dari semua kontak yang teridentifikasi, tidak ada yang merasakan gejala.

Ini adalah wabah Marburg kedua di Afrika Barat. Kasus pertama Marburg di kawasan itu terdeteksi tahun lalu di Guinea dan tidak ditemukan kasus lebih lanjut.

"Otoritas kesehatan (Ghana) telah merespons dengan cepat, mulai mempersiapkan kemungkinan wabah. Ini baik karena tanpa tindakan segera dan pasti, Marbur bisa tidak terkendali," jelas Direktur Regional WHO untuk Afrika, Matshidiso Moeti.

WHO menyampaikan, dua pasien Marburg di daerah Ashanti, Ghana ini merasakan gejala seperti diare, demam, mual, dan muntah-muntah sebelum meninggal di rumah sakit.

Menurut WHO, ada belasan wabah Marburg besar sejak 1967, sebagian besar di Afrika selatan dan timur. Tingkat kematian bervariasi mulai dari 24 persen sampai 88 persen, tergantung varian virus dan penanganan kasus.

Virus ini ditularkan ke manusia dari kelelawar pemakan buah dan menyebar di antara manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, permukaan, dan benda-benda.

[pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel