Gibran akan Bangun Tol Solo Timur-Selatan, Sejumlah Bupati Menolak

Merdeka.com - Merdeka.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berencana membangun jalan tol lingkar Solo, timur-selatan. Rencana tersebut telah dilontarkan kepada para bupati sejak awal ia menjabat Wali Kota Solo.

Jalan tol yang menghubungkan Kabupaten Karanganyar, Sukoharjo dan Klaten tersebut diharapkan bisa memecah kemacetan yang terjadi di Kota Solo. Namun belakang rencana tersebut mendapat penolakan dari bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Bupati Klaten Sri Mulyani.

Menanggapi hal tersebut, Gibran mengaku akan meninjau kembali wacana proyek tersebut. Ia siap duduk bersama para bupati untuk membicarakan ulang rencana itu.

"Ya nanti dibicarakan lagi. Beberapa bupati inginnya kan ring road ya, bukan tol. Nanti duduk bareng lah," ujar Gibran, Selasa (3/1).

Gibran menegaskan, kebutuhan jalan tol atau jalur lingkar selatan sangat mendesak. Kondisi Jalan di Kota Solo sebagai poros utama perekonomian 6 kabupaten sekitar, sudah mengkhawatirkan.

"Kalau saya melihat urgensinya ya. Lihat saja, Solo itu hampir sudah tidak bisa gerak. Traffic-nya stug, urgensinya ya jalur lingkar itu," katanya.

Putra sulung Presiden Jokowi menyampaikan, pembangunan jalur lingkar selatan akan berdampak positif bagi Kota Solo dan sekitarnya. Selain mengurai kemacetan, distribusi barang juga dipermudah. Menurutnya, masih banyak kemanfaatan lainnya yang ditimbulkan.

"Pasti, kemacetan hilang, distribusi barang lebih dipermudah. Jadi trafficnya tidak hanya di tengah kota saja. Nanti kita bicarakan lagi. Isu ini kan sudah saya bicarakan awal awal saya menjabat dulu," jelasnya.

"Nanti kita bahas lagi, biar sama-sama enaknya. Nanti duduk bareng lagi," sambungnya.

Gibran menyadari jika terdapat pro dan kontra saat ia melemparkan gagasan pembangunan tol lingkar selatan Solo. Sudah sewajarnya para bupati menginginkan hal yang terbaik untuk wilayahnya.

"Sekali lagi, nanti kita koordinasikan lagi, sama kementerian juga. Tenang saja.

Sebagai informasi Bupati Klaten Sri Mulyani menolak adanya wacana tol lingkar timur-selatan kota Solo. Proyek ini merupakan proyek pembangunan yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Kalau benar ini akan mengurangi 300 hektar lahan hijau di wilayah kami," terangnya. [eko]