Gibran Berharap Masjid Sheikh Zayed Jadi Destinasi Wisata Religi

Merdeka.com - Merdeka.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berharap Masjid Sheikh Zayed bisa menjadi salah satu destinasi wisata religi seusai diresmikan pada 17 November nanti. Apalagi masjid hadiah Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan itu juga akan dilengkapi dengan Islamic Center.

"Harapannya warga Solo sama sama bisa merawatnya. Jangan sampai tidak dikelola dengan baik. Harapannya bisa menjadi salah satu destinasi wisata religi," ujar Gibran.

Putra Sulung Presiden Jokowi mengakui jika masjid terbesar di Solo Raya itu membutuhkan struktur organisasi yang kuat, yang bisa mewakili seluruh elemen masyarakat, warga senior dan kalangan muda. Pihaknya sudah mengajukan sejumlah nama untuk dilibatkan dalam kepengurusan masjid.

"Sudah kami ajukan beberapa nama. Nanti tinggal koordinasi dengan Kemenag dan pak menteri. Semua terwakili, tenang aja," katanya.

Aturan Penggunaan Masjid

Untuk aturan penggunaan masjid dan pengunjung, dikatakannya, masih menunggu pengukuhan kepengurusan. Menurutnya sudah banyak masyarakat yang menanyakan untuk menggelar kegiatan.

"Sudah banyak yang nanya untuk ijab boleh nggak. Nonmuslim prewed boleh nggak, nanti ya," tandasnya.

Gibran menambahkan, ada ratusan hingga ribuan warga yang mengajukan diri sebagai pengelola masjid replika Grand Mosque Abu Dhabi. Namun pihaknya akan memilih yang paling tepat.

"Nanti kami pilih, kami seleksi yang terbaik. Sekali lagi ini masjidnya titipan, hadiah. Kita pingin ini menjadi ikon baru yang kita bener-bener bisa merawat," katanya lagi.

Menurut putra sulung Presiden Jokowi, sudah banyak kegiatan yang akan digelar di masjid itu setelah diresmikan Presiden UEA pada 17 November, di antaranya Muktamar Muhammadiyah serta puncak Hari Santri.

"Masjid ini akan kepakai terus. Kemarin masih menunda acara salawatan juga. Kita nunggu agak sepi dulu. Soalnya November ini acaranya padat banget," tutup dia. [yan]