Gibran Bicara Aksi Demo: 'Saya Tidak Larang' Hingga 'Aku Melu'

Merdeka.com - Merdeka.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dalam beberapa kesempatan mengatakan tak melarang aksi demontrasi di kantornya. Ia bahkan pernah menyatakan akan ikut bergabung dengan pengunjuk rasa jika diberitahu.

Pernyataan tersebut dikemukakan saat maraknya penolakan wacana perpanjangan jabatan atau jabatan tiga periode Presiden Republik Indonesia yang saat ini dipegang Jokowi, ayahnya.

"Nek ono demo nolak 3 periode tak melu (kalau ada demo menolak 3 periode saya ikut). Kandanono neng ngendi tak melu (bilang ke saya di mana tempatnya, tak ikut)," ujar Gibran, Selasa (12/4).

Gibran tak mempermasalahkan adanya demonstrasi yang ditujukan kepada Presiden Jokowi, di gedung MPR/DPR RI, April lalu. Karena menurutnya, aksi tersebut sebagai salah satu cara menyampaikan aspirasi.

"Ya enggak papa, menyampaikan aspirasi, biasa," katanya.

Namun demikian, ia berpesan agar aksi demonstrasi yang dilakukan tanpa dibumbui dengan kekerasan.

"Jangan ada kekerasan. Silakan (demo), santai wae," tegas Gibran.

Saat itu Gibran menegaskan, dirinya tetap menolak perpanjangan jabatan presiden 3 periode. Demikian juga dengan pelaksanaan Pemilu, ia juga tak sepakat jika harus ditunda.

"Saya itu ngikuti konstitusi. Kan jelas to, pemilune ojo ditunda, tanggalnya sudah jelas kok," tandasnya.

Gibran menyampaikan, pernyataan Presiden Jokowi sudah cukup jelas dan tegas terkait pelaksanaan pemilu. Sehingga masyarakat tidak perlu mempermasalahkannya lagi.

"Wis no, rasah dipermasalahkan meneh (Sudah tegas, nggak usah dipermasalahkan lagi), tenang wae," katanya.

Namun saat dipertegas soal keikutsertaannya dalam aksi demo yang rencananya akan dilakukan di DPRD Solo, ia berkilah.

"Kalau di DPRD ya pak Budi (Ketua DPRD Solo, Budi Wahyono). Jadwalnya kan di DPRD. Semua aspirasi kami tampung. Kalau di DPRD yo pak Budi," tukasnya.

Di Mana Saja Boleh Demo

Gibran pun tak mempermasalahkan masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di mana. Namun ia berpesan agar dilakukan dengan tertib tertib dan damai.

"Silakan menyampaikan aspirasinya secara damai. Tenang saja, semua masukan kami terima," katanya di Solo, Senin (11/4) lalu.

Dia pun menyatakan akan terbuka menerima aspirasi pengunjuk rasa.

"Di mana saja boleh, monggo silakan, saya terbuka," tandasnya.

Dia hanya berpesan kepada para pendemo agar tidak melibatkan anak di bawah umur. Menurut dia, siswa lebih baik sekolah saja.

"Anak sekolah ya sekolah wae. Ya jangan rusuh. Masak rusuh, ini puasa-puasa kok rusuh," jelasnya.

Menyikapi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akhir pekan lalu, ia kembali menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan ruang bagi masyarakat menyampaikan aspirasinya.

Di Solo, aksi penolakan dilakukan massa mahasiswa sebelum kenaikan diumumkan pemerintah. Massa mendatangi Balai Kota Solo, Rabu 31 Agustus 2022 lalu.

Gibran tak menampik kemungkinan adanya aksi unjuk rasa yang lebih besar, setelah harga BBM subsidi melonjak.

Ia tak bisa melarang para mahasiswa maupun warga lainnya yang akan menyampaikan aspirasinya.

"Yang mau aksi silakan aksi. Saya kan nggak pernah melarang, silakan saja," ujar Gibran, Senin (5/9).

Jika aksi penolakan benar-benar dilakukan, Gibran berjanji akan menerima dan menampung aspirasi yang disampaikan masyarakat.

"Silakan saja," pungkas dia. [lia]