Gibran Bicara Big Data: Pak RT Tak Boleh Keliling ke Rumah Warga

Mohammad Arief Hidayat, Fajar Sodiq (Solo)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Calon wali kota Solo Gibran Rakabuming Raka menganggap amat penting pemanfaatan big data alias himpunan data digital yang sangat besar untuk perencanaan pembangunan dan pelayanan publik.

Big data, katanya, merupakan kenicayaan untuk membangun smart city, yakni kota cerdas dengan visi pengembangan perkotaan yang mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi beserta teknologi internet.

"Big data otak smart city. Diharakan keputusan dan perencanaan bisa diambil secara akurat dan testruktur dengan big data," katanya dalam debat kandidat yang dihelat di The Sunan Hotel, Solo, pada Jumat malam, 6 November 2020.

Dia mencontohkan pemanfaatan big data di masa pandemi COVID-19 untuk distribusi bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat terdampak bencana nonalam itu. Data calon penerima bansos, misalnya untuk warga miskin atau warga terkena PHK, harus berbasis data digital yang jauh lebih akurat dan tepat sasaran.

"Dengan big data, kita tahu warga mana yang terdampak [COVID-19], terkena PHK. Kita tidak boleh lagi gunakan cara tradisional, misal, Pak RT keliling dari rumah ke rumah [untuk mengumpulkan data warga]. Itu tidak boleh terjadi lagi," katanya.

Contoh lain pemanfaatan big data untuk peningkatan pelayanan kesehatan. Peningkatan mutu layanan medis di puskesmas-puskesmas harus berbasis data digital yang dapat memuat informasi kebutuhan riil warga setempat.

Gibran mencontohkan ketika dia meninjau warga di sejumlah puskesmas di Solo, di antaranya ditemukan data kebanyakan warga lansia di sana mengalami pengapuran tulang. "Nah, dengan big data, kita bisa tahu apakah perlu menambah fasilitas [medis] untuk masalah pengapuran di puskesmas itu," katanya. (ren)