Gibran: Digitalisasi UMKM adalah keniscayaan

·Bacaan 2 menit

Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, menyebut digitalisasi UMKM pada masa pandemi sudah menjadi keniscayaan karena beralih ke teknologi baru merupakan sebuah kewajiban untuk mempertahankan bisnis dan mempercepat proses Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Di tengah pandemi seperti sekarang, kita mau tidak mau harus go digital. Ini bukan pilihan, ini kewajiban. Kalau tidak pasti akan mati,” kata Gibran saat konferensi pers “Bangkit Bersama GoTo Dukung Pemulihan Ekonomi Indonesia” yang diselenggarakan secara virtual dan langsung di Kota Solo pada Kamis.

Ia mengatakan Kota Solo telah berkomitmen untuk membesarkan dan melindungi sektor UMKM. Untuk itu, Gibran berpesan kepada CEO dan Founder Tokopedia, William Tanuwijaya, agar produk-produk UMKM dalam negeri dapat diutamakan dan harus dilindungi.

“Tadi Pak Wishnutama bilang, produk-produk Indonesia harus diutamakan, jangan sampai ada misalnya sajadah, hijab, baju muslim, atau batik yang dari China,” ujar Gibran.

Ia juga berpesan kepada CEO Grup GoTo dan CEO GoTo Financial, Andre Soelistyo, agar biaya untuk merchant UMKM yang tergabung dalam ekosistem GoFood tidak terlalu tinggi sebab hal tersebut, kata Gibran, dapat menyebabkan UMKM tidak bertahan.

“Dari Kementerian, Walikota, Bupati, sudah mengajak ‘ayo go digital, ayo go digital’. Tapi kalau sudah go digital ternyata fee-nya tinggi, ini juga memberatkan untuk UMKM kita,” tutur Gibran.

Meski demikian ia percaya bahwa seluruh pihak yang berkumpul dalam acara Gerakan #BangkitBersama yang diusung GoTo, grup raksasa teknologi Indonesia yang terdiri dari Gojek, GoTo Financial, dan Tokopedia, memiliki komitmen dan niat baik untuk melindungi UMKM Indonesia agar bisa naik kelas.

“Tempat ini, Solo Technopark ini, sudah lama agak tidak terurus. Ini mau kami ubah. Pemerintah Solo tidak bisa berjalan sendiri. Kalau ini semuanya di-handle oleh Dinas, mohon maaf, tidak mungkin bisa seperti ini. Yang ada hanya rutinitas monoton,” katanya.

Oleh sebab itu, Gibran mengatakan pihaknya harus berkolaborasi dengan menggandeng tangan semua platform e-commerce, tak hanya GoJek dan Tokopedia, untuk membuat komitmen dalam percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Saya yakin Indonesia paling cepat proses pemulihan ekonominya, yang jelas karena capaian vaksinasi kita sudah tinggi. Saya ajak warga Solo tidak perlu takut lagi untuk beraktivitas. Kalau kita berdiam diri terus, menunggu sampai semua ini berakhir dan kita tidak tahu kapan ini akan berakhir, ekonomi kita akan seperti ini terus,” kata Gibran.

Baca juga: Tak hanya soal pembiayaan, pembinaan digitalisasi UMKM juga diperlukan

Baca juga: SDM dan digitalisasi solusi bangkitkan pariwisata saat pandemi

Baca juga: Ilham Habibie: Digitalisasi alat raih demokrasi pendidikan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel