Gibran Ingin BST Tetap Gratis walau BBM Naik: Untuk Warga Kok

Merdeka.com - Merdeka.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dipastikan berpengaruh pada biaya operasional angkutan umum. Namun, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ingin bus Batik Solo Trans (BST) tetap digratiskan.

BST diluncurkan sebagai Public Transport Information System atau PTIS oleh Kementerian Perhubungan bersama Pemkot Solo akhir Desember 2020. Secara bersamaan juga diresmikan operasional angkutan pengumpan atau feeder BST.

Pada awalnya penumpang mendapatkan layanan gratis hingga adanya Peraturan Pemerintah (PP) mengenai pembayaran jasa angkutan umum serta kajian kemampuan dan kemauan penumpang BST Kota Solo. Namun hingga saat ini, Pemkot Solo masih belum memungut biaya untuk para penumpang.

Seiring kenaikan harga BBM Pemkot Solo pun mulai membahas kemungkinan pemberlakuan tarif untuk penumpang. Biaya operasional yang melonjak akibat kenaikan BBM menjadi pertimbangan utama.

Namun Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berkomitmen untuk tetap menggratiskan moda transportasi massal itu. "Untuk BST kami menunggu arahan Kemenhub juga. Tapi arahnya tetep lebih ke gratis, tenang wae," ujar Gibran, di Loji Gandrung, Rabu (7/9).

Tunggu Instruksi Kemenhub

Kendati demikian pihaknya masih menunggu instruksi dari Kementerian Perhubungan. Namun ia menyarankan agar BST tetap digratiskan. Apalagi saat ini pengguna BST terus bertambah banyak.

Disinggung soal penurunan pelayanan, anak pertama Presiden Jokowi mengaku telah membahasnya dengan dinas terkait, termasuk kemungkinan evaluasi jarak antararmada di tiap koridor.

"Kemarin ada simulasi seperti itu, untuk masalah jarak antara satu bus dengan bus lain. Itu nek pingin tetep gratis, tunggu dulu dari Kementerian Kementerian seperti apa," katanya.

Ketika ditanyakan kemungkinan untuk menerapkan sistem berbayar bagi penumpang, Gibran kembali menepisnya.

"Kok berbayar to, kene pingine gratis kok ya, untuk warga. Tunggu dulu dari Kementerian seperti apa," tandasnya.

Galakkan Transportasi Umum

Saat ini pihaknya sedang memformulasikan anggaran 2 persen Dana Transfer Umum (DTU) yang bersumber dari Dana Alokasi Umum dan Dana Bagi Hasil, untuk pemberian subsidi di sektor transportasi.

"Kita kan lagi memformulasikan yang 2 persen itu. Nanti kita bantu semua," katanya lagi.

Gibran sangat menyayangkan jika penumpang BST harus dipungut biaya. Apalagi saat ini jumlah penumpang semakin meningkat, terutama dari kalangan pelajar yang memang sedang digalakkan, seusai PJJ (pembelajaran jarak jauh) berakhir.

"Kita lagi menggalakkan penggunaan transportasi unum. Kalau itu dihapus sangat disayangkan lah. Tapi kita tetap nunggu arahan dari beliau-beliau yang ada di pusat," pungkasnya. [yan]