Gibran: Masjid Raya Sheikh Zayed Hibah Pangeran UEA di Solo Diresmikan 17 November

Merdeka.com - Merdeka.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memastikan peresmian Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, akan dilakukan pada tanggal 17 November 2022. Saat ini progress pembangunan masjid bantuan Pangeran Abu Dhabi, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan untuk Presiden Jokowi tengah memasuki masa akhir.

"Nanti 17 November, barengan sama ini nanti (Muktamar Muhammadiyah), berurutan," saat ditemui di rumah dinas Loji Gandrung, Senin (12/9).

Gibran menjelaskan, persemian masjid yang akan dihadiri oleh Presiden Jokowi dan dan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan waktunya berdekatan dengan sejumlah kegiatan besar lainnya. Di antaranya Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke 48, di Solo, 18 hingga 20 November 2022.

"Saya tadi sudah koordinasi sama Waskita (pemborong) juga, ontime, tenang aja," katanya.

Gibran mengatakan pembangunan masjid terbesar dan termegah di Solo Raya itu sesuai target. Saat ini tinggal pemgerjaan akhir, terutama untuk kubah dan interior. Sehingga seusai diresmikan nanti, bangunan berlantai marmer yang didatangkan langsung dari Italia itu bisa digunakan masyarakat.

"Sudah, tinggal garap beberapa kubah dan interior saja. Sudah kelihatan semua kok, sudah mulai finishing," katanya.

Ground Breaking pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo sudah dilakukan pada Sabtu, 6 Maret 2021 lalu. Menteri BUMN Erick Tohir, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab Suhail Al Mazroui, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qouma menyampaikan, masjid bantuan pemerintah UEA tersebut didedikasikan kepada seluruh umat Islam di Indonesia. Pembangunan masjid ini, lanjut dia, merupakan monumen persahabatan kedua negara.

"Masjid ini juga akan menjadi mercusuar syiar Islam di Nusantara dan simbol moderasi beragama dalam rangka mewujudkan dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia dan keadilan sosial," pungkas dia. [ded]