Gibran Pantau Vaksinasi Lansia, Banyak yang Komorbid Tapi Aman

·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebanyak 150 orang yang berasal dari kelompok rentan mengikuti vaksinasi COVID-19 perdana yang dilakukan Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah yang dilaksanakan di Puskesmas Ngoresan Solo, Jumat, 27 Agustus 2021. Sebagian peserta vaksinasi dari kelompok tersebut merupakan penderita hipertensi dan diabetes melitus.

Kegiatan vaksinansi COVID-19 kelompok rentan di Puskesmas Ngoresan itu, dihadiri langsung oleh Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Ia tampak ikut mendampingi sejumlah peserta vaksinasi kelompok rentan yang sudah berusia lanjut, untuk mendapatkan suntikan vaksin Sinovac.

Antusiasme masyarakat dari kelompok rentan terlihat tinggi untuk mengikuti vaksinasi COVID-19. Tak pelak jumlah kursi yang disiapkan untuk antrean, penuh. Meski demikian, penerapan protokol kesehatan untuk peserta vaksinasi tetap diterapkan dengan ketat.

Gibran Rakabuming mengatakan, vaksinasi yang dilakukan pada hari ini untuk menyasar kelompok rentan seperti penderita diabetes melitus dan hipertensi. Ia pun menjamin kegiatan vaksinasi kepada kelompok rentan dilakukan dengan aman.

“Aman semua kok tadi ada yang lansia, ada yang masih kontrol rutin, tadi juga ada yang bawa insulin. Aman semua, tidak usah takut. Vaksin yang dipakai Sinovac,” kata dia saat meninjau di lokasi, Jumat, 27 Agustus 2021.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Solo, Siti Wahyuningsih menjelaskan vaksinasi COVID-19 yang diluncurkan hari ini memang fokus dan konsentrasi kepada kelompok berisiko. Terutama penderita diabetes melitus dan hipertensi. Kelompok tersebut menjadi sasaran lantaran dua jenis penyakit tersebut mendominasi jumlah kematian yang terpapar COVID-19.

“Kita konsentrasi kepada kelompok rentan karena apa? Karena kelompok itu berdasarkan hasil evaluasi jumlah penyumbang komorbid yang meninggal terpapar COVID itu tinggi, angka pastinya sekitar 50 persen dari angka kematian. Sehingga kita lebih proaktif untuk melindunginya,” ujar dia.

Untuk menyasar kelompok rentan tersebut, lanjut dia, Dinas Kesehatan Solo melakukan jejaring program BPJS Kesehatan yang namanya Prolanis. Yakni pengelolaan penyakit kronis sehingga program tersebut menyambung dengan sasaran kelompok rentan yang menjadi sasaran kegiatan vaksinasi COVID-19. Saat ini jumlah peserta dari kelompok rentan yang mengikuti vaksinasi perdana ini sekitar 150 orang.

“Jadi mereka-mereka yang berobat rutin terhadap sakitnya atau belum rutin tapi tidak terdetek BPJS, kita tarik untuk segera vaksinasi untuk memberikan perlindungan kepada mereka,” katanya.

Sedangkan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Yessi Kumalasari menambahkan bahwa penderita hipetensi dan diabetes melitus itu merupakan kelompok rentan dengan risiko tinggi untuk terpapar COVID-19.
Berdasarkan data peserta yang terdaftar dalam program Prolanis JKN-KIS itu ternyata banyak dari kelompok tersebut yang belum divaksin.

“Oleh sebab itu pihaknya secara proaktif mengajak puskesmas, dokter perseorangan maupun klinik untuk peserta program Prolanis maupun yang sudah terdeteksi hiprtensi dan DM (diabetes melitus) disisir dan digerakkan untuk segera dilaksanakan vaksinasi,” harapnya.

Menurut dia, berdasarkan penyisiran data peserta Prolanis JKN-KIS di Surakarta yang belum mengikuti vaksinasi itu mencapai 9.300 peserta. Mereka itu merupakan penderita hipertensi, diabetes melitus dan prolanis yang memang belum mendapatkan vaksinasi.

“Jadi berdasarkan sumber data itu dilakukan penyisiran supaya kelompok rentan itu ikut dalam percepatan gerakan vaksinasi dari Dinas Kesehatan Kota Surakarta,” katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel