Gibran Perintahkan Semua Sekolah Simulasi Persiapan Belajar Tatap Muka

Mohammad Arief Hidayat, Fajar Sodiq (Solo)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Berbagai persiapan untuk menyambut pembelajaran secara tatap muka telah dilakukan oleh sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) di Solo, Jawa Tengah. Bahkan, Wali Kota Gibran Rakabuming Raka akan turun langsung untuk menyakinkan sekolah yang masih ragu untuk menggelar sekolah tatap muka.

Kegiatan simulasi untuk pembelajaran secara tatap muka telah dilakukan sejumlah SMP negeri maupun swasta sejak Kamis, 18 Maret 2021. Kini giliran SMP Muhammadiyah 1 Solo yang menggelar simulasi serupa yang disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Teguh Prakosa.

Menurut Teguh, Wali Kota memiliki komitmen yang tinggi untuk pendidikan dalam masa pandemi COVID-19. Sejumlah sekolah telah melakukan simulasi untuk persiapan pembelajaran secara tatap muka.

"Kita kemarin sudah [memantau simulasi] di sekolah negeri dan hari ini kita di sekolah swasta yang letaknya berdekatan dengan rute pemerintahan Kota Solo, yakni SMP Muhammadiyah 1 Solo, yang terkenal dengan Simpon," katanya saat melihat simulasi di SMP Muhammadiyah 1 Solo, Jumat, 19 Maret.

Kegiatan simulasi di SMP itu menjadi contoh untuk pelaksanaan simulasi serupa di sejumlah sekolah swasta lainnya. Meskipun sempat muncul kekhawatiran, persiapan untuk pembelajaran secara tatap muka harus tetap berjalan.

"Kemarin dilaporkan kepala dinas kepada wali kota bahwa yang belum siap simulasi itu hanya sebagain kecil. Pak Wali Kota ingin mendatangi langsung sekolah maupun yayasannya. Kalau ada orangtuanya, ya, pastinya orangtuanya akan dikumpulkan di sekolah. Pak Wali akan menyampaikan hal-hal supaya kekhawatiran itu tidak ada," katanya.

Dia mengharapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo untuk memberikan kewenangan kepada kepala sekolah agar kegiatan simulasi itu tetap bergerak terus. Simulasi tidak harus menunggu disaksikan langsung oleh pimpinan daerah, namun harus tetap digelar agar saat pelaksanaan sekolah secara tatap muka nantinya sudah siap semua.

"Simulasi harus bergerak terus, tidak menunggu harus dilihat kepala daerahnya. Tetapi nanti sewaktu-waktu Kepala Daerah akan meluncur di mana titik-titik sekolah yang sudah ada simulasi, karena simulasi ini sebagai awal nanti bulan Juli supaya bisa masuk kelas," ujarnya.