Gibran Persilakan Warga Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Merdeka.com - Merdeka.com - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 3 September lalu menuai aksi penolakan di sejumlah daerah. Tak terkecuali di Kota Solo.

Aksi penolakan dilakukan massa mahasiswa sebelum kenaikan diumumkan pemerintah. Massa mendatangi Balai Kota Solo, Rabu, 31 Agustus 2022 lalu.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka tak menampik kemungkinan adanya aksi unjuk rasa yang lebih besar, setelah harga BBM subsidi melonjak.

Anak pertama Presiden Jokowi pun tak melarang para mahasiswa maupun warga lainnya yang akan menyampaikan aspirasinya.

"Yang mau aksi silakan aksi. Saya kan nggak pernah melarang, silakan saja," ujar Gibran, Senin (5/9).

Jika aksi penolakan benar-benar dilakukan, Gibran berjanji akan menerima dan menampung aspirasi yang disampaikan masyarakat.

"Silakan saja," katanya.

Disinggung terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM sebagai salah satu bentuk pengalihan subsidi, Gibran mengaku masih menunggu arahan dari Menteri Dalam Negeri.

Ia memastikan BLT akan disalurkan untuk masyarakat yang berhak menerima melalui PT Pos Indonesia.

"Segera disiapkan, lagi koordinasi sana Kantor Pos juga. Penerimanya sudah dicepakke (disiapkan datanya) juga," terang dia.

Seperti diketahui per 3 September 2022, pemerintah resmi menaikkan harga sejumlah BBM. Terutama untuk jenis Solar, Pertalite dan Pertamax. Masing-masing menjadi Rp6.800 per liter untuk Solar, Rp10.000 per liter untuk Pertalite dan Rp16.500 per liter untuk Pertamax. [rnd]