Gibran: Saya Tahu Banyak yang Terdampak

·Bacaan 1 menit

VIVA – Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menyatakan mobilitas warga di kota itu masih cukup tinggi selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sehingga belum terlihat efektivitas dari program itu.

"Sejak PPKM darurat diberlakukan, satu dua hari pertama masih seperti normal," katanya di Solo, Jumat, 9 Juli 2021.

Karena itu, katanya, penyekatan sejumlah ruas jalan harus dilakukan untuk memutus rantai penularan COVID-19 khususnya di Kota Solo. Demi kebaikan bersama, katanya, pergerakan warga harus dibatasi.

Menurut dia, penyekatan dilakukan agar terjadi penurunan angka kasus COVID-19. Meski demikian sebagian masyarakat bakal terganggu dengan langkah penyekatan tersebut.

"Saya tahu banyak yang terdampak. Oleh karena itu, kami bantu sebisa mungkin, termasuk bantuan untuk pelaku usaha kecil dan menengah," katanya.

Ia mengatakan saat ini Pemkot Surakarta sudah mendata calon penerima bantuan itu. Sesuai rencana akan ada sebanyak 17.000 pelaku UKM yang menerima bantuan sebesar Rp500.000.

"Segera disalurkan, kami usahakan secepat mungkin. Saya sudah koordinasi dengan pengusaha, kami keroyokan untuk membantu yang terdampak," katanya.

Mengenai penyekatan, ada enam ruas jalan protokol di Solo yang ditutup. Berdasarkan data dari kepolisian, untuk ruas Jalan Urip Sumoharjo, Pierre Tendean, dr Rajiman, Gatot Subroto, dan Yos Sudarso ditutup dari pukul 07.00-21.00 WIB.

Sedangkan khusus Jalan Slamet Riyadi ditutup mulai hari Jumat pukul 16.00 WIB hingga hari Minggu pukul 24.00 WIB berlaku nonstop. (ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel