Gibran Siapkan Aturan Larang Jual Daging Anjing di Solo

Merdeka.com - Merdeka.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku siap mendukung instruksi Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo terkait larangan konsumsi daging anjing.

Putra Presiden Jokowi siap duduk bersama dengan anggota dewan untuk membuat payung hukum pelarangan peredaran daging anjing.

Sikap Gibran itu juga dipicu peristiwa temuan jagal anjing di Gilingan. Limbah anjing berupa darah dan jeroan bahkan dialirkan ke Sungai Bengawan Solo, yang tentu saja menimbulkan pencemaran.

"Saya sangat menyayangkan sekali. Jangan sampai terulang lagi. Karena sudah ada instruksi dari pak Gubernur, ya tinggal kita jalankan saja. Untuk masalah perda dan lain-lain, nanti saya koordinasi dengan teman-teman yang ada di dewan. Untuk menaungi itu ya harus ada payung perdanya," ujar Gibran, Kamis (1/9).

Gibran berjanji ke depan akan ada pembinaan kepada masyarakat atau pedagang daging anjing. Mereka akan dialihkan untuk berdagang daging lainnya.

"Ke depan pasti ada pembinaan, mungkin dialihkan ke daging yang lain yang layak konsumsi," katanya.

Menurutnya, isi perda nanti akan disesuaikan dengan instruksi gubernur. Pihaknya juga akan mencontoh daerah lain yang sudah memiliki perda larangan daging anjing. Para pedagang nantinya akan diberikan pendampingan selama proses peralihan.

"Kalau nanti aturannya sudah keluar,, dari pemerintah juga harus melakukan pendampingan, karena tidak mudah. Kan sama aja babat alas, mencari pasar baru memang nggak mudah. Tapi nanti akan kami damping," terangnya.

"Yang perlu saya garis bawahi, kejadian kemarin jangan sampai terulang lagi. Apalagi pembuangannya langsung ke sungai, itu salah," ungkap Gibran.

Dia tidak tahu pasti berapa banyak tempat jagal anjing yang ada. Namun ia meminta masyarakat melaporkan untuk melaporkannya. Ia menyebut tempat jagal yang ditemukan kemarin sudah lama tak beroperasi karena ditentang warga sekitar.

"Tempat kemarin itu sebenarnya sudah tidak beroperasi, ditentang warga. Tapi ternyata dilakukan lagi disitu, nggak boleh itu," tutupnya. [fik]