Gig Economy Grab Dipandang Mampu Perkuat Ekonomi Digital

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi pandemi Covid-19 membuta banyak orang beralih profesi. Salah satunya adalah dengan bergabung dengan konsep gig economy, yang membawa jam kerja dan peraturan fleksibel.

Sebagai contoh, Grab yang menerapkan gig economy, sebuah platform digital yang menawarkan pengaturan kerja fleksibel untuk menyesuaikan penawaran dan permintaan dari berbagai layanan. Konsep ekonomi ini disebut-sebut berhasil memberikan penghasilan di masa sulit.

Sebuah studi dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics pada Januari 2020 menemukan bahwa gig economy yang didukung oleh platform teknologi seperti Grab mendukung ketahanan ekonomi Indonesia.

Grab memberikan peluang bagi pekerja informal sekitar 56,5 persen dari angkatan kerja Indonesia dan merangsang pertumbuhan bisnis kecil dan penciptaan lapangan kerja di luar platform.

Inovasi teknologi dalam gig economy daring telah menciptakan efisiensi kerja bagi orang-orang yang memanfaatkannya untuk mendapatkan mata pencaharian yang lebih baik, menjadikan konsep gig work sebagai cara yang menarik untuk mendapatkan penghasilan.

Direktur Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Alfindra Primaldhi, mengatakan tren ekonomi digital masih terus meningkat di Indonesia.

“Terdapat peningkatan jumlah mantan pekerja kantoran yang bermigrasi untuk menjadi penyedia layanan melalui platform digital, atau membuka usaha mikro rumahan untuk menggantikan pekerjaan mereka sebelumnya,” ungkapnya, dikutip dari keterangan yang diterima, Jumat (28/5/2021).

Cerita Pelaku Gig Economy

Grab Hadirkan 30 Sepeda Motor Listrik di Bali. Dok: Grab Indonesia
Grab Hadirkan 30 Sepeda Motor Listrik di Bali. Dok: Grab Indonesia

Dua driver Grab mengaku merasakan dampak positif dari konsep gig economy yang dijalaninya.

Benedi dan Joni Sius Tse, Mereka adalah mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike yang beralih dari pekerjaan sebelumnya, memanfaatkan peluang kerja yang terus berkembang dalam platform digital untuk berjuang meningkatkan ekonomi dan kualitas hidup.

Benedi sebagai mantan kuli bangunan, tadinya bergantung pada lokasi kontrak dan tidak memiliki keleluasaan untuk memutuskan pekerjaan mana yang akan diambilnya.

Berawal sebagai seorang kuli bangunan yang tidak bisa mengemudi, apalagi memiliki kendaraan atau menggunakan platform digital, ia kini bisa mengatur langkahnya sendiri.

“Awalnya, saya tidak tahu cara mengemudi dan tidak memiliki mobil. Saya belajar dan akhirnya bisa mendapatkan SIM dalam waktu dua minggu setelah belajar. Saya juga sangat bersyukur keluarga saya mendukung dengan memberikan uang muka untuk mobil tersebut,” tuturnya.

Alhasil, atas motivasinya itu, Benedi memdapat penghargaan sebagai Raja Gacor Nasional yang memenangkan hadiah umroh dari Grab.

Selanjutnya, Joni Sius Tse telah menjadi buruh pabrik sejak 1997. Ia mencari pekerjaan sampingan lain sebagai driver GrabBike dan kemudian meninggalkan pekerjaannya sebagai pekerja pabrik secara permanen.

Kini ia menjadi bagian dari komunitas pengemudi Grab yang kompak dan selalu bersedia membantunya di masa-masa sulit.

“Suatu hari saya menghadapi kendala saat menyelesaikan pesanan. Karena saya tidak terbiasa dengan platform tersebut, saya bertanya kepada teman-teman saya di komunitas pengemudi. Semuanya sangat membantu dalam mengajari saya cara menyelesaikan pesanan dan menavigasi titik pemesanan di bulan pertama saya,” tuturnya.

Joni kemudian mandapat penghargaan Juara Cepat di Operasi Cepat Juara Kota berkat tingkat produktivitasnya yang tinggi.

Dampak Positif

Anthony Tan, Co-Founder dan CEO Grab. Liputan6.com/Agustin Setyo W
Anthony Tan, Co-Founder dan CEO Grab. Liputan6.com/Agustin Setyo W

Cerita driver Grab di atas menggambarkan kondisi gig economy yang dijalankan perusahaan membawa dampak positif bagi pelaku bisnisnya.

“Dengan menjadi pengusaha mikro dan mencapai keamanan finansial, mereka telah berperan penting dalam menjaga perekonomian tetap berjalan selama pandemi, yang sangat disyukuri oleh keluarga dan komunitas mereka,” tulis Grab.

Dilanjutkan, platform digital seperti Grab menjamin pelaku usaha yang tergabung dengan perusahaan dalam segi risiko pekerjaan.

Sifat kerja gig work yang fleksibel dipadu dengan platform yang inklusif digadang-gadang mampu memperkuat ekonomi digital dan pelaku ekonomi untuk mempertahankan finanasialnya untuk jangka panjang.

Aturan yang fleksibel disebut-sebut bisa mengurangi dampak negatif yang ditemui ketika bekerja.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel