Gila, Ada Keluarga Kerajaan Qatar Suplai Bahan Peledak Buat Hizbullah

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pasca ledakan dahsyat yang mengguncang ibukota Lebanon, Beirut, saling tuding antara Israel dan Hizbullah terus terjadi. Pasalnya, tragedi itu terjadi di saat Israel dan Hizbullah terlibat konfrontasi. Sebuah data terungkap, ada aliran dana dari keluarga kerajaan Qatar yang berafiliasi dengan kelompok Hizbullah.

Dalam data yang diperoleh VIVA Militer dari The Jerussalem Post, seorang kontraktor keamanan swasta, Jason G, mengaku bekerja dalam pengadaan senjata di Qatar. Menurut pengakuannya, ada seorang anggota keluarga kerajaan yang memberikan izin pengiriman perangkat keras kepada Hizbullah.

Jason membeberkan berkas yang mendokumentasikan perannya sejak 2017, dan mendapat dukungan dari anggota keluarga kerajaan Qatar, dalam skema pendanaan untuk gerakan Hizbullah.

Tak hanya itu, Jason juga mengatakan bahwa ia pernah disuap oleh Duta Besar Qatar untuk Belgia dan Pakta Atlantik Utara (NATO), Abdulrahman bin Mohammed Sulaiman al-Khulaifi.

VIVA Militer: Pasukan Hizbullah Lebanon
VIVA Militer: Pasukan Hizbullah Lebanon

Jason menyebut bahwa Abdulrahman memberinya uang sebanyak 750 ribu Euro, atau setara dengan Rp12,9 miliar, untuk menutupi keterlibatan keluarga kerajaan Qatar dalam pendanaan dan suplai senjata kepada Hizbullah Lebanon.

Lebih lanjut Jason mengatakan bahwa Abdulrahman menyebut kebencian Qatar dan Hizbullah kepada Israel, dengan menyebut, "Orang Yahudi adalah musuh kami."

Saat ini, Jason menggunakan nama samaran untuk melindungi dirinya dari kejaran intelijen, militer, ataupun pembunuh bayaran. Keputusannya untuk membeberkan ini tak lepas dari keinginan agar Qatar berhenti mendanai dan menyuplai senjata kepada Hizbullah.

"Sebuah apel yang busuk perlu dikeluarkan dari tong, agar mereka (Qatar) menjadi bagian dari komunitas internasional," ucap Jason.