Gila, Arab Saudi Beli 1000 Rudal Canggih dari AS

Radhitya Andriansyah, Rifki Arsilan

VIVA – Pekan lalu jagad internasional dikagetkan dengan keputusan Amerika Serikat (AS) menarik empat baterai anti rudal Patriot, termasuk sejumlah dari Arab Saudi. AS sebeelumnua memberi dukungan keapada Arab Saudi saat kilang minyak Aramco milik diserang oleh pesawat tanpa awak (drone) yang diduga milik Iran.

Keputusan penarikan senjata rudal Patriot dan pasukan dari Saudi Arabia itu sempat mendapat simpati dari dunia internasional. Pasalnya, penarikan pasukan dan sistem rudal patriot itu dinilai dapat mengurangi ketegangan yang terjadi di timur tengah akhir-akhir ini.

Namun, sepertinya ketegangan di Timur Tengah tidak akan sepenuhnya hilang. Sebab, setelah penarikan sistem rudal Patriot dan pasukan militer AS dari tanah Arab, justru Amerika mengirim 1000 lebih misil atau rudal ke Saudi Arabia untuk memperkuat pertahanan Saudi Arabia.

Pada hari beberpa hari lalu, Pentagon telah mengumumkan secara resmi rencana pembelian 1000 lebih rudal buatan pabrikan Boeing kepada Kerajaan Saudi Arabia dalam waktu dekat ini.  

"Perusahaan Boeing akan mengekspor ke Riyadh sekitar 650 rudal SLAM ER dan 402 rudal anti-kapal Harpoon,"kata Departemen Pertahanan AS dikutip VIVA Militer dari Al-Masdar News, Jumat 15 Mei 2020.

Departemen Pertahanan AS menjelaskan, Arab Saudi telah menandatangani kontrak dengan perusahaan (Boeing) senilai USD 1.971 miliar, untuk mengembangkan dan mentransfer 650 rudal SLAM ER. Suplay rudal yang memiliki jangkauan sekitar 270 km ini ditargetkan selesai pada Desember 2028.

Tak cuma itu, Arab Saudi juga bakal mengekspor rudal Harpoon, yang dilakukan dengan kontrak berbeda. Kerajaan Saudi Arabia membeli rudal Harpoon sebanyak 402 rudal dengan nilai kontrak USD 656,98 juta. Rudal Harpoon adalah salah satu rudal penghancur jarak jauh yang cukup ditakuti militer-militer dunia. Rudal ini memiliki daya jangkau hingga 125 km.

Pembelian 1000 lebih rudal ini seperti mengirim pesan kepada negara-negara musuh Saudi Arabia di Timur Tengah. Meskipun AS telah menarik dukungan senjata canggih sistem rudal patriot dan pasukannya, Arab Saudi akan tetap memperkuat pertahanannya dengan 1000 rudal yang dipesan secara langsung oleh pabrikan asal Amerika Serikat tersebut.