Gila, Perusahaan Ini Denda Karyawan Jika ke Toilet 2 Kali Sehari

Adinda Permatasari
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebuah perusahaan di China mendapat kritik tajam karena menerapkan peraturan denda kepada karyawan yang dianggap malas. Kriteria malas itu adalah menggunakan toilet lebih dari sekali dalam sehari.

Sebuah korporasi China, Anpu Electric Science and Technology, yang berbasis di Dongguan, Provinsi Guangdong, mengakui telah memberlakukan kebijakan aneh penggunaan toilet satu kali sehari dan mendenda karyawan yang melanggarnya sebesar 20 yuan atau sekitar Rp43.400.

Dikutip dari laman Oddity Central, menurut pemberitahuan yang dikeluarkan oleh perusahaan dan bocor di media sosial karena para pegawai yang kesal, setidaknya sudah ada tujuh staf yang terkena denda pada 20 dan 21 Desember.

Peraturan aneh itu juga memicu kemarahan warganet, tapi perwakilan perusahaan menjelaskan bahwa itu adalah keputusan manajemen untuk membuat aturan aneh itu. Mereka mengatakan bahwa banyak karyawan yang malas dan memanfaatkan waktu ke toilet untuk merokok dan menghindari tugas mereka.

"Kami tidak berdaya. Faktanya adalah para pekerja malas di kantor," kata manajer perusahaan dengan nama depan Cao, kepada Guangdong TV.

Dia melanjutkan, manajemen sudah sering berbicara dengan karyawan itu, tapi tidak mendapat hasil positif.

Cao menambahkan, membatasi waktu ke toilet dianggap sebagai alternatif terbaik daripada memecat staf, karena menemukan karyawan baru akan sangat sulit. Dia juga mengklarifikasi bahwa pelanggar aturan tidak dikenai denda 20 yuan, melainkan akan dipotong dari bonus bulanan mereka.

Menariknya, menurut kebijakan perusahaan, para pekerja yang mau memanfaatkan istirahat ke toilet lebih dari sekali sehari, harus meminta izin kepada atasan sebelum ke kamar mandi. Hal ini justru memancing kemarahan warganet China. Tapi, ada beberapa orang yang ikut bersimpati dengan perusahaan.

"Mereka dipaksa melakukan ini," komentar salah seseorang di sebuah situs China.

"Beberapa karyawan menggunakan toilet terlalu lama dan sering. Tidak heran itu menghalangi produktivitas perusahaan," komentar lainnya.

Meski begitu, sebagian besar orang menyalahkan perusahaan tersebut beserta manajemen, menyebut peraturan itu mengeksploitasi dan mempermalukan.

"Era apa ini? Kebebasan pergi ke toilet sudah menjadi kemewahan," ujar seorang pengguna media sosial China Weibo marah.

Kabar mengenai denda ke toilet menjadi sorotan Biro Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial Kota Dongguan. Petugas di sana sudah mulai melakukan investigasi terhadap permasalahan itu, tapi merek sudah mengatakan kepada koran China The Paper bahwa aturan itu ilegal.

Sepertinya, penggunaan toilet adalah masalah serius di China, dengan banyak perusahaan swasta mengambil bermacam langkah aneh untuk mengurangi waktu yang dipakai karyawan untuk ke toilet menjadi lebih sedikit.