Gila, Prajurit TNI Rela Lari 2 Hari Demi Gabung di Satuan Tempur Papua

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menjadi seorang prajurit TNI Angkatan Darat adalah cita-cita sebagian besar generasi muda Indonesia. Tapi untuk menjadi seorang prajurit TNI bukanlah hal yang mudah. Dia harus memiliki fisik yang kuat, kesehatan rohani yang mumpuni, dan yang terpenting memiliki mental baja.

Seperti halnya 112 personel TNI AD yang akan masuk bergabung ke satuan Batalyon Infanteri (Yonif) 745/Eme Neme Kangasi atau ENK Kostrad ini.

112 prajurit yang ingin bergabung ke satuan prajurit tempur yang bermarkas di Mimika, Papua itu harus melewati beberapa syarat yang wajib diikuti. Salah satunya mereka harus berlari atau Hanmars selama dua hari.

Tidak tanggung-tanggung mereka harus lari dengan menggunakan seragam lengkap, membawa ransel isi penuh dan dikalungi tambang raksasa sebagai pemberat, serta membawa panji satuan Yonif 754/ENK Kostrad TNI AD sambil menyanyikan yel-yel prajurit tempur Kostrad TNI AD.

Dilansir VIVA Militer dari keterangan resmi Penkostrad, Kamis, 4 Februari 2021, kegiatan lari selama dua hari atau Hanmars yang dilakukan oleh 112 prajurit TNI AD itu merupakan sebuah tradisi untuk masuk satuan pasukan tempur Yonif PR 754/ENK.

Mereka memulai lari di hari pertama dari Kipan C menuju Kipan B yang berlokasi di Mapurujaya Distrik Mimika Timur. Kemudian, di hari kedua mereka melanjutkan Hanmars dari Kipan B sampai dengan Mako Yonif Raider 754/ENK Kostrad Jalan Trans Nabire Mile 32, Kuala Kencana Kab. Mimika.

Selama perjalanan 112 prajurit TNI AD yang menjalankan tradisi Hanmars itu sempat berhenti untuk meminta doa dari tokoh agama di tiga tempat ibadah yaitu Masjid, Gereja, dan Pura. Hal itu dilakukan agar setiap prajurit dalam melaksanakan tugas di satuan berjalan dengan lancar tanpa ada kendala ataupun permasalahan.

Danyonif Raider 754/ENK, Mayor Inf Doni Firmansah menyampaikan, tradisi masuk satuan merupakan suatu kegiatan yang wajib dilaksanakan prajurit masuk ke satuan Yonif Raider 754/ENK Kostrad dengan maksud untuk menumbuhkan rasa kebanggaan dan cinta terhadap satuannya.

"Yang paling bermakna, diharapkan prajurit dapat menanamkan sifat jiwa korsa, handal, profesional dan selalu menjadi prajurit sejati serta memiliki semangat yang tinggi untuk mencapai keberhasilan didalam melaksanakan tugas satuan maupun tugas operasi," kata Danyonif 754/ENK, Mayor Inf Doni Firmansyah.

Untuk diketahui, Yonif 754/ENK Kostrad TNI AD ini merupakan satuan tempur yang berada di bawah komando Kodam XVII/Cenderawasih. Satuan tempur TNI AD ini memiliki wilayah tugas yang sangat luas di daerah Timika, Papua. Bahkan, medan tugas prajurit tempur Kostrad TNI AD ini tidak jarang harus meliputi wilayah hutan dan pegunungan. Satuan ini juga bertanggung jawab terhadap keamanan di salah satu Objek Vital Negara, yaitu PT Freeport Indonesia yang berlokasi di Timika, Papua.

Baca juga: Gagal Masuk Dokter, Prajurit TNI Ini Malah Jadi Jenderal Kopassus