Giliran badai debu dan hujan es yang melanda Australia

Sydney (AFP) - Badai debu melanda wilayah Australia yang terbakar pada akhir pekan, disertai guntur dan hujan es raksasa menghantam pantai timur, disebabkan oleh pola cuaca ekstrem yang bertabrakan di negara tersebut.

Kota selatan Melbourne dihantam batu es besar pada Minggu malam dan negara bagian Victoria yang dilanda kebakaran diguyur hujan hujan lebat, memicu peringatan cuaca ekstrem baru.

Australia sejak Oktober mengalami musim kebakaran yang belum pernah terjadi sebelumnya yang diperburuk oleh perubahan iklim.

Sebagian wilayah telah hangus terbakar, ratusan juta hewan telah mati, lebih dari 2.000 rumah hancur dan sedikitnya 29 nyawa telah hilang.

Gambar dramatis yang diambil pada akhir pekan di barat New South Wales memperllihatkan dinding besar debu yang menggulung kota-kota pedalaman. Akibat badai debu itu, warga dilaporkan berada di kegelapan meski di tengah hari.

"Kami biasanya buru-buru memasukkan cucian ke dalam rumah, mematikan AC, menutup jendela dan pintu sebelum badai debu besar melanda," kata Ashleigh Hull dari kota kecil pedesaan Dubbo kepada AFP.

Yang ini "lebih spektakuler" dari pada badai debu biasa, tambahnya.

"Itu benar-benar seperti film apokaliptik, gelombang besar datang ke arah kita, benar-benar sangat mengerikan, tapi saya berharap itu benar-benar membawa hujan, bukan debu."

Badai hujan es yang dahsyat menghantam ibu kota Canberra, Senin, dengan rekaman yang menunjukkan badai merobek cabang-cabang pohon. Layanan darurat memperingatkan warga di sana untuk "memindahkan mobil ke tempat terlindung dan menjauh dari pohon dan saluran listrik".

Biro meteorologi mengatakan kepada warga di tenggara New South Wales untuk "mempersiapkan diri dan siaga" untuk menghadapi badai yang mendekat.

"Petir hebat bisa mendatangkan angin yang merusak, merusak secara lokal, hujan es besar, dan hujan lebat yang menyebabkan banjir bandang di daerah peringatan selama beberapa jam ke depan," kata biro itu.

Di Victoria, di mana kebakaran hutan masih terus membara, hujan deras menurut pihak berwenang juga bisa membawa bahaya baru.

Perdana Menteri Negara Bagian Daniel Andrews mengatakan hujan berarti "kondisi yang jauh lebih berbahaya" bagi mereka yang mengoperasikan alat berat untuk masuk ke daerah yang rusak akibat kebakaran hutan, sementara tanah longsor mempersulit upaya untuk membuka jalan yang tertutup.