Giliran Calon Kapolri Budi Laporkan Kekayaan ke KPK

Laporan Lidwina HR Maharrini

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Komisaris Jenderal Budi Gunawan, melaporkan daftar harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (26/07/2013).

"Kehadiran saya di KPK dalam rangka menyerahkan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) sebagaimana diminta KPK," kata Budi yang kini menjabat Kepala Lembaga Pendidikan Polri, Jumat siang.

Namun, Budi enggan menyebutkan jumlah total harta kekayaan yang dimilikinya. "Untuk agka kekayaan, silakan dikonfirmasi pada KPK," imbuhnya.

Jenderal polisi bintang tiga ini, pada Juni 2010, pernah disebutkan memiliki 'rekening gendut.' Ketika itu, harta kekayaannya diinformasikan mencapai Rp 4,6 miliar.

Budi dan anaknya juga pernah membuka rekening dan menyetor uang sejumlah Rp 29 miliar, dan Rp 25 miliar.

Namun, Budi menuturkan masalah itu sudah selesai dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Masalah itu perlu saya luruskan. Terkait LHA dari PPATK (Pusat Pelaporan Transaksi Keuangan) itu sudah ditindaklanjuti oleh Kabareskrim pada tahun 2010. Hasilnya telah dikirim ke PPATK, artinya sudah selesai dan dapat dipertanggungjawabkan," papar Budi.

Komjen Budi Gunawan, merupakan satu dari sembilan calon Kapolri pengganti Jenderal Polisi Timur Pradopo. Sejak Senin (22/7/2013), empat kandidat Kapolri telah bertandang ke KPK untuk verifikasi LHKPN. Empat kandidat tersebut ialah, Komjen Anang Iskandar, Irjen Pol Arif Wachyunadi, Komjen Sutarman, serta Irjen Putut Eko Bayu Seno.

Baca Juga:

Polisi Siaga di Jalur Mudik Pantura Tiap Jarak 200 Meter

Ketua KPU Palembang Akui Diperiksa Mabes Polri

SBY Bicara Isu Pemerintahan Otoriter Saat Buka Puasa Bareng Kapolri

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.