Giliran Harga Timah Yang Melorot

  • Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNnews.com
    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar uang gaji suami dikelola istri. Sialnya, mayoritas wanita tak punya pengetahuan pengelolaan keuangan yang bagus. …

  • Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Antara
    Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Yogyakarta (Antara)- Pemerintahan baru mendatang perlu menaikkan kembali harga bahan bakar minyak bersubsidi secara bertahap untuk mengurangi pembengkaan subsidi bahan bakar itu, kata ekonom Universitas Gadjah Mada Tony Prasetyantono. "Subsidi sulit dihilangkan sama sekali. Yang bisa dilakukan adalah secara bertahap dikurangi," kata Tony di Yogyakarta, Selasa. Ia merekomendasikan kenaikan harga subsidi bahan bakar minyak (BBM) dilakukan dengan menaikkan harga dengan kisaran Rp1.000-Rp1.500 …

  • AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    Merdeka.com
    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    MERDEKA.COM. PT Angkasa Pura II bersiap mengembangkan bandar udara berkonsep kebun binatang di Sultan Thaha Syaifuddin, Jambi. Kementerian Perhubungan langsung mengkaji rencana itu, karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan mengaku baru mendengar proposal AP II itu. Dia mempersilakan operator bandara berkreasi dengan konsep layanan penerbangan, asal keamanan terjamin. ... …

PLASADANA.COM - Tak heran, mengapa sepanjang tahun 2013 neraca perdagangan Indonesia terus mengalami defisit. Selain impor bahan bakar minyak yang sangat tinggi, harga berbagai komoditas ekspor unggulan pun terus melorot.

Setelah harga minyak sawit mentah yang meluncur turun, kini giliran timah yang ikut-ikutan melemah. Kantor berita Bloomberg mengabarkan harga timah di London Metal Exchange (LME) anjlok 13 persen ke level US$ 20.401 per ton pada bulan ini. Anjloknya harga timah lagi-lagi disebabkan penurunan kinerja pabrikan logam, manufaktur dan elektronik pasca krisis ekonomi Eropa.

Akibat harga yang anjlok, produksi dan ekspor timah Indonesia bakal menurun. Para produsen tidak bisa lagi mengolah timah lantaran tidak memenuhi skala ekonomi. Maklum saja, untuk mengolah satu ton timah di pabrik peleburan (smelter) memerlukan dana US$ 22 ribu. "Siapa yang bisa menjalankan bisnis di tengah kondisi seperti ini," kata Ketua Asosiasi Produsen Timah Indonesia, Hidayat Arsani.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan, ekspor timah solder dan ingot Indonesia pada Maret-April melorot dari 9.295,7 metrik ton menjadi 7.853,1 metrik ton. Sepanjang tahun ini ekspor timah Indonesia diperkirakan bertengger di level 7.489,3 metrik ton, turun dari periode sebelumnya yang berada di kisaran 7.600-8.000 metrik ton. Dengan asumsi tersebut, ekspor kumulatif hingga akhir Desember 2013 diperkirakan melorot 19 persen atau sebesar 80 ribu metrik ton.

Indonesia merupakan penghasil timah terbesar di dunia. Saat ini Indonesia mengekspor timah ke 12 negara diantarnya Singapura (64 persen), Malaysia, Thailand, Jepang dan beberapa negara Eropa.

Sebelumnya, ekspor Indonesia diguncang merosotnya harga minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO). Harga minyak sawit di Bursa Derivatif Malaysia anjlok ke level terendah, US$ 740 atau 2.260 ringgit per metrik ton untuk pengiriman Juli 2013. Sebelumnya, harga komoditas tersebut bertengger di level 2.270 ringgit per metrik ton. Penurunan nilai komoditas sawit terus terjadi sejak November 2012, saat harga meninggalkan level US$ 800 per ton.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat realisasi ekspor minyak sawit Januari-Maret turun berturut-turut dari 2,05 juta ton, 1,92 juta ton dan 1,7 juta ton. Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, realisasi ekspor sawit dan produk turunannya naik 777 ribu ton menjadi 5,67 juta ton.

Dengan kondisi ini, investor agaknya harus mewaspadai kinerja perusahaan trader, eksportir serta produsen hasil bumi nasional.

Penulis: Peppy Ramadhyaz

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...