Giliran Harga Timah Yang Melorot

  • Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Antara
    Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Jakarta (Antara) - Ketua Serikat Pekerja Bank BTN Satya Wijayantara mengkhawatirkan rencana akuisisi BTN akan mengancam keberlangsungan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi. "Selama ini bank yang peduli menyalurkan KPR melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) hanya BTN, sedangkan bank lain lebih suka menyalurkan KPR komersial," kata Satya usai orasi penolakan akuisisi BTN di Jakarta, Minggu. ... …

  • Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Merdeka.com
    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    MERDEKA.COM. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meneruskan gagasan yang sudah dicetuskan sejak era Menteri Tanri Abeng, yakni meleburkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menjadi anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Keduanya adalah bank pelat merah yang telah melantai di bursa saham. …

  • Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    TRIBUNnews.com
    Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    TRIBUNNEWS.COM - Agus menyerahkan hal tersebut kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan …

PLASADANA.COM - Tak heran, mengapa sepanjang tahun 2013 neraca perdagangan Indonesia terus mengalami defisit. Selain impor bahan bakar minyak yang sangat tinggi, harga berbagai komoditas ekspor unggulan pun terus melorot.

Setelah harga minyak sawit mentah yang meluncur turun, kini giliran timah yang ikut-ikutan melemah. Kantor berita Bloomberg mengabarkan harga timah di London Metal Exchange (LME) anjlok 13 persen ke level US$ 20.401 per ton pada bulan ini. Anjloknya harga timah lagi-lagi disebabkan penurunan kinerja pabrikan logam, manufaktur dan elektronik pasca krisis ekonomi Eropa.

Akibat harga yang anjlok, produksi dan ekspor timah Indonesia bakal menurun. Para produsen tidak bisa lagi mengolah timah lantaran tidak memenuhi skala ekonomi. Maklum saja, untuk mengolah satu ton timah di pabrik peleburan (smelter) memerlukan dana US$ 22 ribu. "Siapa yang bisa menjalankan bisnis di tengah kondisi seperti ini," kata Ketua Asosiasi Produsen Timah Indonesia, Hidayat Arsani.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan, ekspor timah solder dan ingot Indonesia pada Maret-April melorot dari 9.295,7 metrik ton menjadi 7.853,1 metrik ton. Sepanjang tahun ini ekspor timah Indonesia diperkirakan bertengger di level 7.489,3 metrik ton, turun dari periode sebelumnya yang berada di kisaran 7.600-8.000 metrik ton. Dengan asumsi tersebut, ekspor kumulatif hingga akhir Desember 2013 diperkirakan melorot 19 persen atau sebesar 80 ribu metrik ton.

Indonesia merupakan penghasil timah terbesar di dunia. Saat ini Indonesia mengekspor timah ke 12 negara diantarnya Singapura (64 persen), Malaysia, Thailand, Jepang dan beberapa negara Eropa.

Sebelumnya, ekspor Indonesia diguncang merosotnya harga minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO). Harga minyak sawit di Bursa Derivatif Malaysia anjlok ke level terendah, US$ 740 atau 2.260 ringgit per metrik ton untuk pengiriman Juli 2013. Sebelumnya, harga komoditas tersebut bertengger di level 2.270 ringgit per metrik ton. Penurunan nilai komoditas sawit terus terjadi sejak November 2012, saat harga meninggalkan level US$ 800 per ton.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat realisasi ekspor minyak sawit Januari-Maret turun berturut-turut dari 2,05 juta ton, 1,92 juta ton dan 1,7 juta ton. Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, realisasi ekspor sawit dan produk turunannya naik 777 ribu ton menjadi 5,67 juta ton.

Dengan kondisi ini, investor agaknya harus mewaspadai kinerja perusahaan trader, eksportir serta produsen hasil bumi nasional.

Penulis: Peppy Ramadhyaz

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...