Giliran Mantan Bupati Talaud Bikin Album di Dalam Penjara

Laporan Wartawan Tribun Manado,  Rolando lombok dan Pengasihan santo Amisan

TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Nama Bona Paputungan melesat setelah menciptakan lagu Andai Aku Gayus Tambunan. Lagu itu dibikin kala Bona mendekam di penjara. Entah dari mana inspirasi dokter Elly Lasut, mantan Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara yang kini mendekam di Rumah Tahanan Malendeng. Dia mencoba menulis karya lagu dan mengemasnya dalam album rohani ketika mendekam di penjara.

Apakah terinspirasi Bona Paputungan? Tak ada yang membenarkan, namun tidak juga dibantah. Yang pasti, album segera dirilis oleh terpidana 7 tahun penjara kasus Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Fiktif Kabupaten Kepulauan Talaud Tahun Anggaran 2006-2008 ini. Dia mengandalkan sebuah lagu berjudul Berapa Lama Lagi.

Album rohani ini dibuat bersama dengan teman-temannya yang ada di Malendeng. Mereka semua punya keahlian dalam bermusik. Sudah ada sekitar delapan lagu yang dibuat dan rencananya sekitar Januari atau Februari 2012, album ini akan di luncurkan.

Ia menambahkan, saat ini proses pembuatan album sudah hampir rampung. Nantinya akan disebarkan ke seluruh radio yang ada di Sulut, dan rencananya akan dibuat video klip untuk disiarkan di televisi.

"Nantinya uang hasil penjualan album ini akan diberikan buat teman-teman yang telah membantu menciptakan lagu rohani ini dan teman-teman yang berkekurangan yang ada di Rutan Malendeng" ujarnya

Elly Lasut pun memperdengarkan beberapa lagu yang nantinya akan diluncurkan di depan para wartawan.  "Kusadari semua itu, bila aku selalu di dekatmu, ku persembahkan seluruh hidupku dan kau berikan cintamu dan juga hidupmu," demikian salah satu lirik lagu karyanya itu.

Kemarin Elly kembali menjadi sidang di Pengadilan Negeri Manado sebagai terdakwa kasus dugaan korupsi dana program Gerakan Daerah Orangtua Asuh (GD OTA) di Kabupaten Kepualauan Talaud.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.