Giliran MUI Garut Serukan Boikot Produk Prancis

Ezra Sihite, Diki Hidayat (Garut)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Garut Jawa Barat, KH Sirojul Munir mengaku geram dengan pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai melecehkan agama Islam dan Nabi Muhammad SAW. Bahkan dirinya menyatakan untuk memboikot berbagai produk asal Negara Prancis. Hal itu kata dia sebagai bentuk ketidak setujuannya atas pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Menurut Sirojul Munir, gambar atau karicatur Nabi Muhammad SAW merupakan sesuatu yang dilarang keras dalam ajaran agama Islam. Hal itu kata dia sudah masuk pada penistaan agama. Sebagai umat Islam dirinya bersama pengurus MUI lainnya akan segera menggelar rapat tentang sikap MUI untuk memboikot produk negara Prancis yang beredar di Indonesia.

"Ini sikap kami sebagai Umat Islam karena menggambarkan nabi besar kita merupakan perbuatan penistaan agama, " ujar Sirojul pada Jumat 30 Oktober 2020.

Alasan boikot produk Prancis itu kata dia tak lain karena pernyataan yang kontroversi tersebut disampaikan oleh seorang presiden yang merupakan legitimasi sebuah negara. Sebagai bentuk perlawanan maka Sirojul menyerukan umat Islam salah satunya tidak menggunakan barang-barang yang diproduksi Prancis.

Diketahui Prancis merupakan negara yang maju dan banyak menghasilkan produk berkualitas hingga barang-barang mewah kelas tinggi. Produk mewahnya sering digunakan oleh para tokoh dunia dan menjadi simbol prestise. Tak jarang, barang-barang label Prancis selain makanan dibanderol dengan harga tinggi.

"Ini bentuk perlawan kami selaku Umat Islam karena ucapan seorang presiden ini lah kami serukan agar tak menggunakan produk Negara Prancis," kata Sirojul Munir.

Lanjut Sirojul Munir, walaupun pernyataan tersebut masih bersifat pribadi namun umumnya pengurus MUI Kabupaten Garut sepakat akan boikot produk Prancis. Selain itu sejumlah tokoh agama di Kabupaten Garut sudah menyampaikan kecaman dan langkah perlawanan terhadap pernyataan Presiden Emmanuel Macron.

"Termasuk para pimpinan Organisasi Massa (Ormas) Islam sudah sepakat boikot produk Prancis, " kata dia lagi soal boikot produk Prancis itu.

Diketahui kartun nabi oleh Charlie Hebdo berujung pemenggalan seorang guru Samuel Patty di Prancis sempat membuat Presiden Prancis memberi pernyataan tegas bahwa nilai-nilai Islam harus direformasi sesuai dengan prinsip di negara itu. Khususnya bagi warga negaranya. Belakangan Kedubes Prancis di Malaysia menyatakan Macron sebenarnya menargetkan radikalisme yang dianggap sudah menjadi ancaman di Prancis.