Giliran Polisi yang Demo Tuntut Kenaikan Gaji

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM - Biasanya, polisi akan dikerahkan untuk membubarkan suatu aksi demonstrasi. Namun di Brasil, tentara-lah yang dikerahkan untuk membubarkan demonstrasi, pasalnya para demonstranya merupakan para anggota kepolisian Brasil.

Menurut pemberitaan BBC, Selasa (7/2/2012), aparat kepolisian Negara Bagian Bahia, Brasil menggelar aksi mogok kerja dan demonstrasi yang menuntut kenaikan gaji dan kondisi kerja yang lebih baik. Mereka menuntut kenaikan upah munimum sedikitnya 30 persen

Pemerintah mengatakan sekitar sepertiga dari 30.000 Bahia petugas negara polisi terlibat dalam aksi demontrasi.

Karena minimnya petugas polisi, pembunuhan di Ibu Kota Negara Bagian Bahia, Salvador, meningkat tajam, hingga dua kali lipat. Sejak polisi menggelar mogok kerja pada 31 Januari kemarin, sedikitnya 93 orang tewas dalam kasus pembunuhan.

Untuk itu, 3.000 tentara Brasil dikirim untuk membubarkan aksi demonstrasi para anggota polisi tersebut. Mereka menembakan peluru karet kepada para polisi yang tengah berunjuk rasa.

Menurut seorang pejabat Bahia, salah satu pemimpin pemogokan ditangkap pada Minggu atas tuduhan mencuri dana publik dan kendaraan operasional polisi. Enam belas kendaraan disita kini telah ditemukan oleh tentara.

Seorang pemimpin pemogokan, Marcos Prisco, mengatakan sangat frustrasi dengan pemerintah Brasil

"Jika masalahnya adalah kurangnya keamanan, hanya menandatangani kesepakatan itu dan polisi akan kembali bekerja hari ini," katanya.

Namun menurut Gubernur Bahia, Jaques Wagner aksi pemogokan itu adalah ilegal. "Sekelompok polisi menggunakan metode tercela, ketakutan menyebar di kalangan penduduk, menyebabkan gangguan di beberapa bagian negara," kata Jaques.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.