Giliran Presiden Barcelona Membela Liga Super Eropa

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Barcelona, Joan Laporta akhirnya buka suara terkait dengan gagasan Liga Super Eropa. Dia berbicara dan membela ide kompetisi tersebut.

Memang saat ini manajemen masih terus melihat perkembangan yang ada. Tapi menurut Laporta, adanya Liga Super Eropa ini menjadi kebutuhan industri ke depannya.

"Kami dalam posisi hati-hati. Tapi, itu suatu kebutuhan. Liga Super harus menjadi kompetisi yang paling menarik berdasarkan prestasi olahraga" kata Laporta, dikutip dari Sport.

Terkait dengan pro dan kontra yang terjadi termasuk adanya ancaman dari FIFA dan UEFA yang akan mencoret tim peserta Liga Super Eropa dari ajang resmi di bawah naungan mereka, Laporta memilih kalem.

Dia menegaskan siap berbicara langsung dengan UEFA untuk membicarakan perihal rencana Liga Super Eropa.

"Kami adalah juara bertahan Liga domestik dan kami terbuka untuk membuka dialog dengan UEFA," kata Laporta.

"Kami membutuhkan lebih banyak sumber daya untuk menjadikan ini tontotan besar."

Kebutuhan akan adanya Liga Super Eropa yang dimaksud Laporta adalah sumber pemasukan baru. Mereka butuh itu karena krisis finansial akibat pandemi COVID-19 terus mengganggu.

Pemasukan dari penjualan tiket sama sekali hilang. Padahal selama ini dari sana yang banyak menopang finansial tim.

Sedangkan mereka harus banyak mengeluarkan uang untuk gaji pemain. Jika kondisi ini terus terjadi, klub yang akan hancur ke depannya.

"Kami melakukan investasi penting, gaji sangat tinggi, dan semua pertimbangan ini harus diperhitungkan dengan cara yang sama seperti prestasi olahraga," katanya.