Giliran Ratusan Sekolah PAUD hingga SD di Tangsel Gelar Pembelajaran Tatap Muka Pekan Depan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Pekan depan, taman kanak-kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan sekolah dasara (SD) akan melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Ada ratusan sekolah negeri dan swasta yang melaksanakan metode pembelajaran ini.

"Ada 208 TK dan 309 SD siap melaksanakan PTM terbatas," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Taryono, Selasa (6/9/2021).

Menurut dia, sesuai amanat wali kota, pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas ini harus dilakukan secara hati-hati. Sekolah pun harus dipastikan mampu menjaga protokol kesehatan. Hal ini juga sesuai dengan Surat Keputusan Bersama 4 Menteri tentang pedoman pelaksanaan PTM di masa pandemi.

Dia mengatakan, pembelajaran tatap muka dilaksanakan di sekolah yang sudah siap memenuhi syarat. Jadi tidak seluruh sekolah di Tangsel akan PTM.

Salah satu syaratnya, maksimal kapasitas kelas harus 50 persen.

"PTM terbatas agar sesuai pedoman, agar pembelajaran dilaksanakan namun anak-anak tetap sehat," kata Taryono.

Murid kelas 1 bermain di halaman sekolah sambil menunggu orang tua usai mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di SDN Malaka Jaya 07 Pagi, Klender, Jakarta, Senin (30/8/2021). Kegiatan(merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Murid kelas 1 bermain di halaman sekolah sambil menunggu orang tua usai mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di SDN Malaka Jaya 07 Pagi, Klender, Jakarta, Senin (30/8/2021). Kegiatan(merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Peran Orangtua

Taryono menuturkan, orangtua murid perlu mendukung serta memastikan anaknya pakai masker ketika berangkat sekolah. Juga membawa hand sanitizer dan dibekali makan minum dari rumah.

"Kita semua harus melaksanakan prokes Covid 19 secara ketat dan konsisten," kata Taryono.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel