Gim Kondang League of Legends Diangkat Jadi Serial Animasi Bertajuk Arcane

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta League of Legends, gim online yang kondang dalam satu dekade terakhir, diangkat dalam bentuk serial animasi bertajuk Arcane.

Riot Games, pengembang dan publisher gim yang kerap disingkat sebagai LoL atau League ini, menggandeng Fortiche Productions untuk proyek yang akan tayang di Netflix pada tahun ini. Patut dicatat, Arcane adalah adalah serial pertama Riot Games untuk tayangan TV.

Serial animasi ini akan memiliki latar di sebuah wilayah utopia, Piltover, dan area bawah tanah yang tertinggal, Zaun.

Asal Usul Juara

Arcane. (Tangkapan layar YouTube/  Netflix Indonesia)
Arcane. (Tangkapan layar YouTube/ Netflix Indonesia)

Arcane akan menceritakan asal-usul dua juara Liga yang legendaris, sekaligus kekuatan yang akan memisahkan mereka berdua.

Shauna Spenley, Global President of Entertainment dari Riot Games memastikan anime ini akan memberikan pengalaman baru kepada penggemar LoL.

Surat Cinta untuk Penggemar

Arcane. (Tangkapan layar YouTube/  Netflix Indonesia)
Arcane. (Tangkapan layar YouTube/ Netflix Indonesia)

"Arcane dibuat sebagai surat cinta untuk para pemain dan penggemar yang meminta lebih banyak pengalaman sinematik, agar dapat menyelami dunia dan para jagoan League of Legends secara lebih mendalam," tutur Shauna Spenley.

Antusiasme juga ditunjukkan oleh pihak Netflix atas kerja sama ini.

Sambutan Netflix

Arcane. (Tangkapan layar YouTube/  Netflix Indonesia)
Arcane. (Tangkapan layar YouTube/ Netflix Indonesia)

"League of Legends telah menginspirasi dan mendorong semangat komunitas penggemar global, sehingga kami senang sekali menjadi tuan rumah untuk serial televisi pertama yang mengangkat dunia League of Legends lewat Arcane," tutur Dominique Bazay, Director, Original Animation untuk Netflix mengatakan.

Catatan League of Legends

Seperti diketahui, League of Legends adalah salah satu gim yang menonjol dalam bidang e-sport. Kompetisi League of Legends 2020 World Championship juga mencatat rekor penonton dalam beberapa parameter.

Secara keseluruhan, konten sejumlah lebih dari satu miliar jam telah dikonsumsi secara global. Pertandingan terakhir mencapai 23,04 juta Average Minute Audience (AMA) dan 45 juta Peak Concurrent Users (PCU)