Giring Ganesha Serang Anies, PAN DKI Minta PSI Beri Solusi

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai pembohong. Bahkan, Giring menuding Anies menghabiskan uang rakyat DKI untuk kepentingan Pilpres 2024.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo meminta Giring tidak asal menyerang tanpa memberi solusi.

"Jangan hanya sekadar menyerang, tapi mana solusinya, beri solusi dong seperti apa, lakukan sesuatu,” kata Eko saat dikonfirmasi, Kamis (23/9/2021).

Apalagi, menurut Eko, apa yang disampaikan Giring tidak terbukti, mengingat Anies sukses menangani pandemi khususnya vaksinasi Covid-19 di Ibukota.

"Sudah terbukti ya soal (penanganan) pandemi Jakarta baik, apalagi soal vaksin. Nomor satu Jakarta (tertinggi) vaksinasinya,” kata Eko.

Menurut Eko, apabila Anies bermasalah atau terlibat kasus hukum seperti yang dikatakan Giring, maka Anies seharusnya sejak lama telah mendapat hukuman.

"Sampai sekarang tidak ada apa-apa, tidak ada masalah kan,” ucap dia.

Sebut Anies Pembohong

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) menyapa orang-orang saat tiba di halaman Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (21/9/2021). Anies akan menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul pada tahun 2019. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) menyapa orang-orang saat tiba di halaman Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (21/9/2021). Anies akan menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul pada tahun 2019. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Diketahui, Giring Ganesha mengunggah video di akun @psi_id, yang berisi tudingan Anies menggunakan APBD DKI untuk Pilpres 2024.

"Uang muka dan jaminan bank bagi penyelenggaraan balap mobil Formula E dibayar Anies pada saat pemerintah secara resmi mengumumkan negara dalam keadaan darurat karena pandemi COVID-19. Uang rakyat sebanyak itu dihabiskan oleh Gubernur Anies Baswedan di tengah penderitaan rakyat yang sakit, meninggal, dan hidupnya susah karena pandemi. Uang Rp 1 triliun dia keluarkan, padahal rakyat telantar tidak masuk ke rumah sakit yang penuh. Rakyat kesulitan makan karena kehilangan pekerjaan," kata Giring.

"Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan nanti di 2024. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan," ucap Giring.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel