Gisel Kembali Wajib Lapor, Bagaimana Kelanjutan Kasusnya?

Lutfi Dwi Puji Astuti, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 1 menit

VIVA – Artis Gisella Anastasia kembali menjalani wajib lapor di Polda Metro Jaya, hari ini, Kamis 25 Februari 2021. Gisel didampingi pengacaranya, Sandy Arifin saat kembali menjalani wajib lapor terkait kasus dugaan video porno yang membelitnya bersama dengan Michael Yukinobu de Fretes alias Nobu.

"Kami wajib lapor saja," ucap Sandy di Markas Polda Metro Jaya, Kamis 25 Februari 2021.

Dalam kesempatan itu, Sandy sempat ditanya soal perkembangan kasus yang membelit mantan istri Gading Marten tersebut. Ditanya soal kasus yang membelit kliennya, Sandy tidak berkata banyak. Dia mengaku masih menunggu pihak kejaksaan. Seperti diketahui, terkait kasus yang membelit Gisel-Nobu kini berkasnya ada di kepolisian lagi untuk diperbaiki alias P19. Berikut pernyataan pengacara Gisel.

"Belum ada perkembangan, masih nunggu perkembangan dari pihak Kejaksaan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, berkas perkara video syur dengan tersangka artis Gisella Anastasia alias Gisel dan Michael Yukinobu de Fretes alias Nobu dikembalikan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta ke Polda Metro Jaya. Berkas perkara Gisel dan Nobu telah dikembalikan ke penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Metro Jaya pada 15 Februari 2021 lalu.

"Tim Jaksa Penuntut Umum mengembalikan berkas perkara tersebut kepada Penyidik Polda Metro Jaya," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati DKI Jakarta, Ashari Syam kepada wartawan, Rabu 17 Februari 2021.

Seperti diketahui, nama artis Gisella Anastasia jadi pembicaraan masyarakat luas karena kemunculan video seks yang pemeran perempuannya mirip dengannya. Dalam video berdurasi sekitar 19 detik itu, seorang wanita mirip Gisel terlihat sedang melakukan hubungan intim dengan pria di sebuah ruangan dan lantas memvideokan adegan syur mereka.

Polisi sudah mencokok dua penyebar video porno mirip Gisel antara lain berinisial PP dan MN. Keduanya membeberkan motif mereka menyebar video pornografi itu secara masif. Salah satunya alasannya adalah agar menambah followers akun media sosial mereka serta agar memenangkan hadiah dalam program give away.