Gisel-Nobu Belum Disidang, Berkasnya Dikembalikan Jaksa ke Polisi

Lutfi Dwi Puji Astuti, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 1 menit

VIVA – Berkas perkara video syur dengan tersangka artis Gisella Anastasia alias Gisel dan Michael Yukinobu de Fretes alias Nobu dikembalikan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta ke Polda Metro Jaya.

"Tim Jaksa Penuntut Umum mengembalikan berkas perkara tersebut kepada Penyidik Polda Metro Jaya," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati DKI Jakarta, Ashari Syam kepada wartawan, Rabu 17 Februari 2021.

Berkas perkara Gisel dan Nobu telah dikembalikan ke penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Metro Jaya pada 15 Februari 2021 lalu. Berkas kedua tersangka itu dikembalikan lantaran dinilai belum lengkap atau P19. Pengembalian berkas disertai dengan petunjuk untuk dilengkapi. Selengkapnya, baca di halaman berikut.

Dari hasil penelitian, Ashari menyebut masih ada syarat formil dan materil yang belum terpenuhi. Yaitu terkait pasal Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pornografi sebagaimana yang dipersangkakan oleh penyidik kepada tersangka Gisel dan Nobu. Alhasil, tim JPU pun mengembalikan berkas perkara kedua tersangka kepada penyidik untuk segera dilengkapi.

"Setelah dipelajari dan diteliti oleh tim JPU pada Aspidum Kejati DKI Jakarta selama 12 hari, tim JPU berkesimpulan bahwa berkas perkara tersebut belum lengkap. Kami menunggu saja dari JPU apakah memang dianggap lengkap atau P19 (belum lengkap). Itu nanti akan kita lengkapi semua termasuk olah tempat kejadian perkara," ujarnya.

Seperti diketahui, nama artis Gisella Anastasia jadi pembicaraan masyarakat luas karena kemunculan video seks yang pemeran perempuannya mirip dengannya. Dalam video berdurasi sekitar 19 detik itu, seorang wanita mirip Gisel terlihat sedang melakukan hubungan intim dengan pria di sebuah ruangan dan lantas memvideokan adegan syur mereka.

Polisi sudah mencokok dua penyebar video porno mirip Gisel antara lain berinisial PP dan MN. Keduanya membeberkan motif mereka menyebar video pornografi itu secara masif. Salah satunya alasannya adalah agar menambah followers akun media sosial mereka serta agar memenangkan hadiah dalam program give away.