Gizi Ibu Hamil jadi Target Pencapaian MDGs

Ghiboo.com - Dari delapan poin target pencapaian Millenium Development Goals (MDGs), kondisi kesehatan dan gizi ibu hamil masih menjadi salah satu tantangan utama bagi Indonesia.


Diah Saminarsih, Asisten Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs, menjelaskan bahwa sulitnya menaikan tingkat kesehatan dan gizi buruk ibu hamil, bisa disebabkan belum tuntasnya penanganan masalah kemiskinan di tanah air.


"Pada dasarnya, mengentaskan kemiskinan dan pemenuhan gizi harus dilakukan bersamaan. Hal ini sama saja, seperti kita memperdebatkan mana yang lebih duluan, telur atau ayam," cetusnya.


Menurut Diah, salah satu cara mengentas kemiskinan adalah dengan meningkatkan derajat wanita. "Keterkaitan antara status kesehatan, pendidikan, status gizi, serta meningkatnya kemiskinan akan memberi dampak tidak hanya pada sektor lain, namun juga terhadap status keadaan perempuan secara umum," paparnya.


Diah juga menjelaskan hingga kini Indonesia masih berusaha keras untuk mencapai semua poin target pencapaian MDGs. Menurutnya, untuk mempercepat pencapaian target MDGs, pemerintah dan semua masyarakat perlu saling bekerja sama.


Diah juga menegaskan bahwa salah satu indikator keberhasilan target pencapaian MGDs adalah menurunnya angka kematian ibu. Tercatat di tahun 2010, angka kematian ibu mencapai 228 perseratus ribu kelahiran hidup, dan diharapkan bisa mencapai 102 perseratus ribu pada tahun 2015.


Lebih lanjut Diah menjelaskan sulitnya mencapai poin 4 dan 5 dari MDGs. Berdasarkan data, hingga kini menjelaskan penyebab kematian ibu melahirkan sebagian besar disebabkan oleh pendarahan (30 persen), disusul dengan ekslamsia (25 persen), infeksi (12 persen) dan sebagainya.


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.