GKI Yasmin Jangan Dibawa ke Persoalan Agama

Kupang (ANTARA) - Menteri Agama RI, Suryadharma Ali, minta masyarakat tidak membawa masalah Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin Bogor ke persoalan agama atau masalah antarumat beragama, tetapi menyangkut perizinan yang belum terselesaikan.

Permintaan tersebut disampaikan Suryadharma Ali di Kupang, Selasa (28/5), menyikapi belum terselesaikannya masalah GKI Yasmin, yang berlangsung lebih dari satu tahun, sehingga jemaaatnya melaksanakan ibadah di depan Istana Negara.

Menteri Agama berada di Kupang, untuk meresmikan Sekretariat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Nusa Tenggara Timur dan Fakultas Agama Islam Universitas Muhamadyah Kupang.

Menurutnya, umat Kristen di tanah air bukan satu-satunya yang bermasalah dengan izin mendirikan bangunan (IMB) tempat ibadahnya, tetapi juga terhadap agama lainnya. Namun untuk masalah ini mendapat lebih banyak perhatian karena publikasi media.

"Saya minta panitia pembangunan gereja selesaikan dulu masalah perizinan dengan Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat. Pasalnya, di mana-mana pembangunan gedung harus ada izin termasuk membangun rumah ibadah," katanya.

Dia juga merasa heran panitia pembangunan GKI Yasmin menolak inisiatif yang disampaikan Wali Kota Bogor dengan menawarkan tanah pengganti yang cukup strategis dan bagus dari sisi ekonomisnya.

Kata dia, jika tawaran itu tetap ditolak panitia boleh membawa masalah itu ke ranah hukum tetapi jangan ke urusan agama, karena akan merugikan banyak pihak. "Silahkan saja, jika mereka membawanya ke ranah hukum. Itu hak mereka," tegasnya.

Suryadharma juga menyatakan Peraturan Bersama (Perber) Dua Menteri tahun 2006, yang mengatur pembangunan tempat ibadah semua agama di negeri ini, termasuk gereja, memiliki persyaratan yang ketat hanya untuk mencegah konflik sosial.

"Keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri itu, menyatakan, sebuah tempat ibadah harus memiliki minimal 90 jemaat dan didukung setidaknya oleh 60 penduduk setempat yang tinggal di sekitar tempat ibadah," ujarnya.

Dia juga minta tokoh-tokoh Kristiani tidak menganggap pembangunan gereja dihambat. Sebab banyak juga pembangunan rumah ibadah lainnya yang terhambat. Karena itu jangan sampai tokoh agama juga ikut terbawa-bawa dengan persoalan tersebut.

Terkait permasalahan itu, Mahkamah Agung melalui Putusan Nomor: 127/PK/TUN/2009 pada 9 Desember 2009 telah memenangkan GKI Yasmin, namun Pemerintah Kota Bogor mencabut izin mendirikan bangunan (IMB) nya pada 11 Maret 2011 karena ditemukan pemalsuan surat dan tanda tangan palsu dari warga sekitar.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.