Global Mediacom Raih 200 Juta Pelanggan Indonesia, Ini Rinciannya

Lazuardhi Utama
·Bacaan 2 menit

VIVA – PT Global Mediacom Tbk tercatat memiliki 200 juta pelanggan (user base) di segala lini. Menurut Direktur Utama PT Global Mediacom Tbk, Hary Tanoesoedibjo, pencapaian total pengguna yang terdiri dari media berbasis digital maupun televisi konvensional menjadi bukti perhatian dan loyalitas publik.

"Basis konsumen konten terbagi dua. Pertama, tradisional, yakni berkumpul bersama keluarga menonton televisi di rumah. Kedua, konsumen anak muda, yang saat ini sangat bergantung pada gadget (gawai). Lalu, mengingat jumlah generasi muda sangat besar di Indonesia, maka pergerakan ke ranah digital merupakan keniscayaan," kata Hary Tanoe, Selasa, 13 April 2021.

Baca: 5 Merek Ponsel yang Tidur Abadi, LG Tidak Sendirian

Ia menyebut apabila anak muda maunya lewat gadget, makanya dirinya bersyukur karena basis viewer perusahaan media berkode emiten BMTR itu, yakni media berbasis digital dan televisi konvensional, bisa diraih semua. "Jadi, bukan saja family based tapi juga anak muda," tuturnya.

Adapun rincian 200 juta pelanggan BMTR adalah sebagai berikut. TV berlangganan MNC Group kini memiliki 8,7 juta pelanggan berbayar, di mana bertambah 300 ribu pelanggan setiap bulan.

Lalu, layanan OTT MNC Group, yaitu Vision Plus, memiliki 33 juta monthly active user (MAU), sehingga menjadi OTT subscription video on demand (SVOD) nomor satu di Tanah Air. Selanjutnya, aplikasi RCTI Plus memiliki 29 juta MAU, sehingga menduduki peringkat pertama di bisnis OTT audio video on demand (AVOD).

"YouTube MNC Group diikuti 130 juta lebih subscribers. Kemudian, Facebook dan TikTok MNC Group diikuti 100 juta lebih pengikut," paparnya. Portal MNC Group memiliki 75 juta MAU yang menjadi basis dari Okezone, Sindonews, iNews, celebrities.id, dan IDXChannel.com.

Ia melanjutkan, televisi terestrial MNC Group (free to air/FTA), yaitu RCTI, MNCTV, GTV, dan iNews memiliki basis penonton nasional 50 persen lebih dari seluruh pangsa penonton (audience share) saat primetime.

"Ini semua jadi penyokong peta jalan (roadmap) dan strategi peningkatan pendapatan, yaitu dari empat stasiun televisi nasional, produksi konten, bisnis digital, media sosial, dan portal," jelas Hary Tanoe.