GM Irene Sukandar Kena Bully Akibat Surat Terbuka ke Deddy Corbuzier

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – Grand Master asal Indonesia, Irene Kharisma Sukandar mengaku mendapatkan bully di media sosial. Sebabnya adalah surat terbuka dia kepada Deddy Corbuzier.

Surat terbuka dilayangkan oleh Irene karena ingin memberi pendapat mengenai bahasan dalam podcast Deddy bersama Dewa Kipas. Di situ dibahas pria bernama asli Dadang Subur mendapatkan perlakuan tidak adil dari Chess.com.

Usai bertanding melawan Master Internasional asal Amerika Serikat, Levy Rozman, akun Dewa Kipas kena banned oleh Chess.com. Pendukung pria yang juga merupakan seorang Youtuber dengan nama GothamChess dituding sebagai penyebabnya.

Irene yang akhirnya turut buka suara mengaku awal mulanya tidak terima dengan ucapan Dewa Kipas kepada Deddy Corbuzier yang menyebut catur bukanlah olahraga yang menghasilkan uang. Dia khawatir ini berdampak buruk kepada atlet junior.

Irene memilih membuat surat terbuka karena ingin pendapatnya juga didengar. Lantas malah bully yang dia dapatkan dari warganet.

"Ini ada kasus di negara saya sendiri. Di mana saya juga cukup dipercaya oleh beberapa platform catur internasional untuk jadi analis atau komentator di turnamen elite internasional," kata Irene.

"Saya harus menyuarakan kebenaran atas fakta dan fata yang ada. kalau saya diam otomatis aman, tapi kalau saya bicara seperti ini ada risikonya. seperti teman-teman lihat saya di bully di media sosial saya. Opini ini sudah terbentuk di publik dan sulit untuk mengubahnya kembali," imbuhnya.

Irene kemudian menegaskan sikapnya ini bukan untuk cari sensasi, seperti yang ditudingkan oleh para warganet. Dia cuma ingin menyuarakan kebenaran.

Sebagai atlet, dia merasa sensasi bukanlah hal yang ingin dilakukan. Prestasi di panggung olahraga yang jadi tujuannya.

"Saya ini atlet, bukan artis. Karena saya atlet, yang saya tuju prestasi bukan sensasi. Tujuan saya panggung keolahragaan,” tuturnya.

“Karena kasus ini terlanjut besar, apapun yang saya suarakan saya akan masuk ke dalamnya. Silahkan teman-teman menilai.”