GMF AeroAsia Belum Berencana Tawarkan Program Pensiun Dini

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) atau GMF AeroAsia turut mengalami dampak langsung pandemi COVID-19 yang berimbas kelesuan bisnis penerbangan. Ditambah kondisi perusahaan induknya, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang tengah tertekan.

Berbeda dengan Garuda Indonesia, kendati kedua perusahaan ini mencatatkan kerugian yang tak sedikit pada tahun lalu, GMF AeroAsia hingga saat ini belum mengambil kebijakan untuk menawarkan pensiun dini bagi karyawannya.

GIAA tengah menempuh sejumlah cara untuk menyelamatkan kondisi keuangan Perseroan yang mengalami turbulensi. Salah satu upayanya yakni menawarkan pensiun dini kepada karyawan GIAA.

"Untuk saat ini, kami belum ada wacana tersebut. Jadi kami masih optimalkan multi role dan function manpower untuk memenuhi beberapa bisnis yang kita kebutuhan tenaga kerjanya tinggi,” kata Direktur Utama GMF AeroAsia, Andi Fahrurrozi dalam konferensi pers usai RUPS, Jumat (20/8/2021).

"Jadi beberapa pegawai yang kebutuhan di areanya rendah, kita didik untuk bisa penuhi kebutuhan di area yang masih butuhkan tenaga kerja dalam jumlah banyak untuk kerjakan proyek-proyek yang ada,” dia menambahkan.

Andi mengatakan, berkurangnya jumlah karyawan saat ini lantaran ada pensiun normal. Merujuk laporan keuangan Perseroan tahun lalu, beban pegawai turun, dari USD 124,67 juta pada 2019 menjadi USD 117,50 juta pada 2020. "Kita mempertahankan pegawai tetap. Jumlah pegawai berkurang karena pensiun normal,” kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kinerja Perseroan

Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk mencatat pendapatan usaha turun 41,45 persen dari USD 107,20 juta pada kuartal I 2020 menjadi USD 62,76 juta.

Rugi usaha tercatat merosot 47,7 persen dari USD 32,47 juta pada kuartal I 2020 menjadi USD 4,91 juta. Rugi perseroan pun menyusut menjadi USD 8,69 juta pada kuartal I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya USD 31,28 juta.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 20 Agustus 2021, saham GMFI stagnan di posisi Rp 73 per shaam. Saham GMFI berada di level tertinggi Rp 74 dan terendah Rp 72 per saham. Total frekuensi perdagangan 85 kali dengan volume perdagangan 3.443. Nilai transaksi Rp 25,3 juta.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel