Gobel optimis Pelabuhan Patimban mampu tingkatkan ekspor

·Bacaan 2 menit

Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel optimis Pelabuhan Patimban akan menaikkan ekspor Indonesia dan makin menarik investor asing untuk datang ke Indonesia.

“Ini makin membawa optimisme Indonesia dalam menghela ekspor dan kemajuan ekonomi nasional,” kata Gobel dalam keterangannya yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Saat memberikan pidato dalam upacara serah terima terminal kendaraan di Pelabuhan Patimban, Gobel mengungkapkan, pelabuhan ekspor-impor yang cukup besar ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pintu ekspor-impor setelah Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Baca juga: Menhub lepas ekspor perdana kendaraan di Pelabuhan Patimban

Ia menyampaikan, salah satu kendala kegiatan ekspor Indonesia adalah lamanya proses di pelabuhan karena terlalu padat.

Dengan beroperasinya Pelabuhan Patimban, kata dia, maka kegiatan logistik menjadi lebih cepat dan lebih mudah.

“Dengan demikian, investor yang berbasis ekspor, seperti Jepang, akan makin tertarik untuk berinvestasi di Indonesia,” ujarnya.

Menurut dia, Indonesia memiliki potensi kuat menghadirkan investasi berbasis ekspor.

Indonesia bisa menjadi pusat industri di Asia Tenggara untuk tujuan Asia Tenggara, Amerika Selatan, Amerika Utara, dan Afrika.

Potensi ini karena Indonesia diuntungkan dengan jumlah penduduk yang besar dan kekayaan alam yang berlimpah untuk ketersediaan bahan baku industri.

Namun demikian, potensi itu baru bisa diwujudkan, jika Indonesia bisa membangun rantai industri yang benar dan kuat serta iklim usaha yang mendukung.

Baca juga: PPI resmi jadi operator Pelabuhan Patimban

“Kehadiran Pelabuhan Patimban ini salah satu wujudnya,” katanya.

Dalam acara serah terima itu, turut hadir Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Komisaris Utama Pelabuhan Patimban Chairul Tanjung, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kenji Kanasugi.

Pada kesempatan itu juga dilakukan ekspor perdana kendaraan Toyota dan Daihatsu yang dibuat di Indonesia ke sejumlah negara.

Ekspor kendaraan itu menggunakan kapal Fujitrans World.

Sementara pelabuhan ini dibangun oleh konsorsium Jepang dan konsorsium Indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa Pelabuhan Patimban akan menaikkan indeks logistik Indonesia dan menjadi pusat kegiatan baru.

Menhub berharap, selain menjadi pusat ekspor-impor otomotif dan elektronika, pelabuhan ini juga bisa menjadi pusat ekspor produk UMKM, produk berbasis pertanian, dan produk industri kreatif.

“Juga menjadi segitiga Patimban-Kerta Jati-Cirebon sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi,” kata Budi Karya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel