GoDaddy minta maaf atas bonus Natal palsu yang ternyata uji keamanan email

·Bacaan 1 menit

Washington (AFP) - Perusahaan web AS GoDaddy pada Kamis meminta maaf setelah sebuah email yang menjanjikan bonus Natal di tengah krisis ekonomi kepada karyawan ternyata adalah tes keamanan komputer.

"GoDaddy menangani keamanan platform kami dengan sangat serius. Kami memahami sejumlah karyawan kecewa terhadap upaya phishing dan merasa ini tidak sensitif, dan kami minta maaf," kata juru bicara GoDaddy yang adalah perusahaan pengelola domain internet terbesar di dunia itu kepada AFP dalam satu pernyataan.

"Sementara tes tersebut meniru upaya nyata yang dimainkan saat ini, kami mesti bekerja lebih baik dan lebih sensitif terhadap karyawan kami," tambah perusahaan yang berbasis di Arizona ini.

Pada Desember, sekitar 500 karyawan mengklik email dari perusahaan ini yang menawarkan bonus Natal sebesar 650 dolar AS dan meminta mereka agar mengisi formulir dengan data pribadi mereka.

Dua hari kemudian, sebuah pesan berbeda muncul di kotak masuk mereka.

"Anda menerima email ini karena Anda gagal dalam uji phishing kami baru-baru ini," bunyi email dari kepala keamanan GoDaddy, menurut surat kabar Copper Courier di Arizona.

Teknik phishing yang luas digunakan oleh peretas komputer adalah email-email yang berpura-pura sebagai orang yang dikenal oleh target tertuju dengan tujuan mendapatkan informasi guna menyusup ke sistem komputer mereka.

Email uji coba ini memicu keributan di media sosial ketika jutaan warga Amerika sudah terpukul keras oleh krisis ekonomi yang terkait dengan pandemi virus corona.